Ditantang Kelola Bandara Bali Utara, Ini Jawaban Dirut Angkasa Pura I

KBRN, Mangupura : Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI telah mengeluarkan signal positif terkait pembangunan Bandara di Bali Utara. Pendirian Bandar Udara di Kabupaten Buleleng yang dalam 5 tahun ini hanya sebatas wacana, rencananya mengambil lokasi di Kubutambahan. 

Kementerian Perhubungan RI menargetkan tahun 2019, bandara tersebut mulai dibangun. Sedangkan untuk operasionalisasi, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mematok di tahun 2025. Dalam mendukung pengoperasian Bandara di Bali Utara, Menhub meminta PT. Angkasa Pura I (Persero) ambil bagian. 

Menyikapi permintaan Menhub, Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi mengaku siap menjadi pengelola Bandara Bali Utara. 

"Kita siap ya. Dan kita akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang terkait. Jadi mungkin dalam waktu satu, dua minggu ini saya coba mendalami lebih lanjut ya," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (6/1/2019). 

Faik Fahmi menilai, Bandara di Buleleng memiliki prospek yang cerah. Alasannya, keberadaan bandara baru itu dapat berimplikasi terhadap pemerataan kunjungan wisatawan di Pulau Dewata. 

"Karena memang pertumbuhan turis kan meningkatnya cukup signifikan. Dan Bali Utara juga menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan juga. Jadi nanti pertumbuhan kepariwisataan di wilayah Bali Utara maupun yang di Ngurah Rai ini kan bisa seimbang," katanya. 

Ia yakin, keberadaan Bandara Bali Utara tidak akan mengganggu pergerakan pesawat di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Namun ia berpandangan, kondisi itu bakal terjadi, jika Bandara Bali Utara dikelola oleh pihak yang sama yaitu PT. Angkasa Pura I (Persero). 

"Yang penting asal itu dioperasikan oleh pengelola bandara yang sama, saya kira itu bisa dimanage dengan baik," tegasnya. 

Meski memiliki prospek positif, akan tetapi pihaknya tetap berharap sejumlah hal dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Harapan itu salah satunya soal penyediaan infrastruktur atau aksesibilitas. 

"Kan kemarin dari studi Bank Dunia kan mensyaratkan bahwa kalau mau pengembangan Bandara Bali Utara idealnya adalah harus terhubung dengan Bandara Ngurah Rai. Dan yang penting yang tadi saya sampaikan, akan ideal kalau itu dikelola oleh pengelola bandara yang sama. Jadi kita bisa atur slotnya nanti," pungkas Faik Fahmi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00