Ini Hasil Pantauan Kemkominfo Terhadap Pengembalian Hak Pelanggan Bolt dan First Media

KBRN, Jakarta : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memantau pelaksanaan tata cara pengembalian pulsa dan kuota milik pelanggan PT Internux (Bolt) dan PT First Media, Tbk.

Berdasarkan pantauan Kemkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2018, kedua operator telah melakukan shutdown terhadap core radio network operation center (NOC) agar tidak ada lagi pemancaran frekuensi yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz.

Selain itu, Kemkominfo juga memantau bahwa jumlah pelanggan yang telah melakukan refund tercatat sebanyak  3.321 proses refund telah selesai ditransfer ke pelanggan.

"Dengan rincian 2581 proses refund melalui gerai dan 740 proses refund online," jelas Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya, Jumat (4/1/2019).

Mengenai pengembalian hak pelanggan, Kementerian Kominfo menerima laporan telah dibuka gerai layanan langsung bagi pelanggan yang ada di 28 lokasi. 25 lokasi gerai di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi serta 5 gerai di Medan, Sumatera Utara. Lebih lengkap bisa diakses di www.bolt.id/storelocation

Pelanggan dapat melakukan refund dengan menyerahkan perangkat dan/atau kartu. Selain itu pelanggan diminta untuk menujukkan  kartu identitas asli (KTP/SIM), menyerahkan fotocopy kartu identitas dan menyiapkan nama dan nomor rekening bank sesuai kartu identitas.

"Kedua operator telekomunikasi harus mengutamakan hak-hak pelanggan, kami Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia akan terus memonitor proses tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi telah mencabut izin penggunaan pita frekuensi 2.3 GHz untuk PT Internux (Bolt) dan PT First Media pada Senin, 19 November 2018.

Izin penggunaan frekuensi milik PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) ini dicabut lantaran kedua perusahaan tersebut menunggak biaya hak penggunaan (BHP) senilai miliaran rupiah kepada pemerintah.

PT Internux (Bolt) memiliki tunggakan BHP frekuensi pita 2,3 GHz sebesar Rp343,57 miliar dan First Media sebesar Rp364,84 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00