Presiden Ungkap Inflasi 5 Provinsi Melebihi 6 Persen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022, di Istana Negara, Kamis (18/8/2022).  (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini ada lima provinsi dengan angka inflasi yang sudah melebihi 5 persen. Ia mengungkapkan, sejumlah negara mengalami inflasi sangat tinggi.

"Negara-negara lain coba tinggi-tinggi banget sudah, di atas 5 (persen) ada yang sudah di angka 79 persen. Uni Eropa sudah 8,9 persen, Amerika sudah 9,1 (persen) kemarin turun 8,5 persen," kata Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022, di Istana Negara, Kamis (18/8/2022).  

Untuk itu, Presiden Jokowi memerintahkan pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPID) dan daerah (TPID). Hal ini bertujuan untuk menekan laju inflasi. 

"Tapi saya yakin kalau kerja sama yang tadi saya sampaikan, provinsi, kabupaten/kota, gubernur, bupati Walikota TPID-TPIP semua bekerja selesai. Selesai untuk mengembalikan lagi ke angka di bawah 3 (persen) selesai, wong barangnya juga ada kok, " ujarnya.

Selain itu, Presiden juga mengungkapkan jumlah provinsi di Indonesia yang saat ini memiliki angka inflasi melebihi 5 persen. Jokowi meminta pemerintah daerah mencermati secara rinci apa yang menyebabkan inflasi di provinsi-provinsi tersebut tinggi.

"Provinsi Jambi hati-hati sudah berada di angka 8,55 persen, Sumatera Barat berada di angka 8,01 persen. Bangka Belitung 7,77 persen, Riau angka 7,04 persen, Aceh di angka 6,97 persen," ucapnya.

"Tolong ini dilihat secara detil yang menyebabkan ini apa. Agar bisa kita selesaikan bersama-sama dan bisa turun lagi di bawah 5, syukur bisa di bawah 3 (persen)," katanya menambahkan.

Terkait harga pangan, Presiden mengajak semua pihak untuk bersyukur karena harga pangan di Indonesia masih rendah. Terutama beras.

Di Indonesia harga beras jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jumlah negara. Seperti di Jepang Rp66.000, Korea Selatan Rp54.000, Amerika Serikat Rp53.000, dan Tiongkok Rp26.000.

"Ini yang harus kita pertahankan dan tingkatkan kita sehingga tidak hanya swasembada beras saja, tapi nanti bisa ekspor beras. Ikut mengatasi kelangkaan pangan di beberapa negara karena sudah bencana sekali," katanya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar