Pasokan Gandum Terbatas Akan Berdampak Kenaikan Harga Mi

Ilustrasi Mi (Foto: istimewa)

KBRN, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perang Ukraina dan Rusia berdampak pada pasokan gandum yang semakin terbatas.

Hal itu berpotensi meningkatkan harga mi instan hingga tiga kali lipat.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak, dari mi banyak dari gandum besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya bicara ekstrem saja ini, ada gandumnya tapi harganya akan mahal banget," kata Syahrul dikutip dari Youtube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Rabu (10/8/2022).

Kendala konektivitas yang besar terhadap komoditas gandum dan pupuk, menurut Mentan, juga menjadi persoalan kenaikkan harga.

Ia mengungkapkan jika harga pupuk naik hingga 5 kali lipat dari harga normalnya.

"Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan pada perang Ukraina-Rusia, dimana 180 juta ton gandum tidak bisa keluar ," ungkapnya.

Selain itu, sebanyak 13 juta orang di dunia tengah menghadapi ancaman kelaparan, sedangkan  62 negara juga menuju kondisi krisis pangan akibat sejumlah tekanan.

"Oleh karena itu ada 2 krisis yang segera di hadapi dunia adalah krisis energi dan krisis pangan," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar