BI: Pengendalian Inflasi Penting untuk Mengendalikan Harga Pangan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pengendalian inflasi sangat penting untuk mengendalikan harga pangan. Karena itu, daya beli masyarakat tidak sampai tergerus.

"Agar Indonesia bisa terus maju dan rakyatnya sejahtera," kata Perry saat meluncurkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (10/8/2022).

Perry mengungkapkan, laju inflasi Indonesia saat ini masih relatif rendah sebesar 4,9 persen di kuartal II-2022. Namun, inflasi harga bergejolak atau volatile food-nya sudah mencapai 11,4 persen. 

"Kita harus bisa menurunkan inflasi harga bergejolak antara 5-6 persen," ujarnya

Ia juga mengingatkan, dunia saat ini sedang bergejolak. Ekonomi banyak negara sedang mengalami penurunan ke arah stagflasi.

Selain itu, konflik geopolitik Rusia-Ukraina menyebabkan harga energi dan harga pangan melambung tinggi. Dampaknya bisa berimbas ke harga pangan di dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR-RI Andreas Eddy Susetyo, menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. 

"Kalau saya lihat, inflasi pangan lebih karena kenaikan harga produk holtikultura, yang seharusnya bisa diatasi dengan gerakan menanam pohon holtikultura. Untuk mengurangi tekanan harga pangan," kata Andreas.

Untuk daerah, kata Andreas, pemerintah juga sudah menganggarkan Dana Alokasi Khusus untuk ketahanan pangan. 

"Ada empat strategi pengendalian inflasi, yaitu ketersediaan pasok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi efektif. Intinya, dari semua itu, gotong royong menjadi modal sosial utama kita, dalam menangkal inflasi," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar