Pemerintah Alokasikan Rp502 Triliun untuk Subsidi Energi

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: Dok. Kemenkeu)

KBRN, Jakarta: Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk subsidi dan kompensasi energi di tahun 2022, yaitu sebesar Rp502 triliun. 

"Harga energi di dalam negeri sebenarnya meningkat, tapi pemerintah memutuskan kenaikan harga itu kita bayar, menjadi subsidi dan kompensasi," kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam sebuah wawancara televisi, Selasa (9/8/2022). 

Untungnya di tahun 2022 ini, penerimaan negara meningkat karena mendapat "rezeki nomplok" atau windfall dari kenaikan harga-harga komoditas.

"Subsidi dan kompensasi itu kita bayar dari anggaran pemerintah, dari windfall revenue karena harga komoditas yang naik," ungkap Wamenkeu.

Di tengah krisis energi saat ini,  selain menambah anggaran subsidi,  pemerintah juga berupaya agar penggunaan energi di dalam negeri semakin efisien.

"Kita juga berupaya agar penggunaan energi itu makin lama makin efisien. Termasuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, dan itu mendapatkan banyak insentif," terang Suahasil.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, menyinggung soal subsidi LPG. Menurutnya, saat ini hampir semua golongan masyarakat menikmati subsidi LPG.

"Hampir 80 persen LPG yang beredar sekarang merupakan LPG subsidi. Jadi sebenarnya subsidi LPG itu tidak hanya dinikmati masyarakat miskin dan rentan, tapi oleh hampir semua lapisan masyarakat. Ini yang akan kita perbaiki," ujarnya.

Terkait pemberian subsidi energi maupun bantuan sosial yang diberikan pemerintah, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi dan pangan dunia. 

"Di sinilah APBN berperan sebagai  shock absorber atau penyerap guncangan yang timbul di sisi ekonomi maupun sosial, agar daya beli masyarakat terjaga," ujar Wamenkeu.

Menurut dia, daya beli masyarakat ini diharapkan bisa terus menopang pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, setidaknya hingga akhir tahun ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar