Penerima Upakarti Termotivasi Kembangkan Usaha di Daerahnya

Penerima penghargaan Upakarti Siti Saharia Mahindar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak penyelenggara penghargaan Upakarti tahun ini. (foto: tangkapan layar YouTube/CNN)

KBRN, Jakarta:  Penerima penghargaan Upakarti  Siti Saharia Mahindar mengaku termotivasi mengembangkan usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerahnya. Siti Saharia merupakan pelaku IKM dari lereng Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

"Mengembangkan sesuai potensi daerah, mempertahankan kearifan lokal daerah, manfaatkan berbagai macam olahan-olahan pisang kita," kata Siti dalam siaran pers Kemenperin yang diterima RRI.co.id, Senin (8/8/2022).

Siti Saharia penerima penghargaan Upakarti  Jasa Pengabdian menyampaikan terima kasih kepada semua pihak penyelenggara penghargaan Upakarti tahun ini. Mulai dari Kemenperin, dewan juri dan lainnya.

Siti Saharia lewat IKM-nya memberikan pelatihan usaha dalam rangka pemulihan ekonomi pasca erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

"Ada 2.000 KK yang terdampak erupsi kemarin. Kita bimbing, kita bina, kita ajarin sesuaikan dengan kemampuan dan potensi daerah yang ada," ucapnya.

Penerima penghargaan Upakarti lainnya untuk kategori Jasa Kepeloporan, adalah Taryono. Ia menyampaikan, perusahaannya yang bernama PT Pangansari telah 45 tahun bergerak dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) yang tersebar di sekitar wilayah Jakarta Timur.

Selain itu, kata Taryono, Pangansari juga terlibat aktif dalam pembinaan IKM, seperti produsen tahu dan produsen kerupuk. 

"Bentuk binaannya adalah memberikan pengarahan mengenai hygienitas dan sanitasi serta untuk tidak menggunakan bahan pengawet,” kata Taryono. “Selain itu, juga melakukan pelatihan administrasi." 

Salah satu Juri Penghargaan Upakarti 2022 dan tokoh IKM Indonesia adalah pengusaha nasional Dewi Motik.

Dewi menyampaikan, dalam proses penjurian kali ini pihaknya dipermudah dengan adanya sistem e-smart. Malaui sistem e-smart tersebut, pihaknya dapat melihat produk dan karya para pelaku IKM. 

Selain itu, pihaknya juga mendatangi langsung para pelaku IKM di daerah-daerah.

"Penjurian kita bisa dipertanggungjawabkan. Karena tidak sendiri, ada berlima. Sekarang dengan sistem data base e-smart kita dipermudah, lebih cepat dilihat, semua bisa dilihat," kata Dewi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar