Ratusan Pekerja Migran Indonesia Berangkat ke Korea Selatan

Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan, Senin (8/8/2022). Foto: Ryan Suryadi/RRI

KBRN, Jakarta: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 303 pekerja migran Indonesia ke negara Korea Selatan, Senin (8/8/2022).

Seremoni dilakukan oleh BP2MI dalam setiap pemberangkatan para pekerja migran ini dengan maksud untuk melawan penempatan ilegal. Kegiatan seremoni kali ini dilakukan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Ini cara negara melakukan kampanye propaganda untuk melawan penempatan ilegal. Ini publikasi negara agar rakyat tahu mereka yang berangkat resmi, yang layak diperlakukan hormat oleh negara. Agar masyarakat tahu, mereka yang berangkat resmi akan dimuliakan dengan acara seperti ini,” ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani, kepada wartawan, Senin (8/8/2022). 

Benny menegaskan adanya pekerja migran yang dimintai uang oleh oknum-okum di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Ia mengimbau agar para PMI melaporkan dan pemerintah akan memberikan pelindungan.

“Tolong kalian harus berani melaporkan itu karena saya sudah dengar. Ada yang diminta 10 juta, 20 juta, 30 juta. Laporkan itu kepada kita. Jangan ragu, jangan takut. Kalian dilindungi oleh negara, kalian dilindungi oleh pemerintah, kalian dilindungi oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” ucap Benny. 

Menurutnya, LPK hanya bertugas untuk memberikan pelatihan. LPK juga tak dapat menentukan seseorang lulus atau tidak. Menurutnya, kelulusan para PMI ditentukan oleh kemampuannya sendiri.

Benny dalam kesempatan tersebut menerangkan bahwa tren penempatan PMI ke Korea Selatan dan berbagai negara cukup positif. 

“Keberangkatan hari ini ke Korea menandai sejak kita memberangkatkan pada 9 Desember 2021, berarti total 5.244 CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) ke Korea. Kalau total semua skema sejak dibuka negara-negara penempatan pasca Covid, total 84.569 sudah berangkat ke luar negeri,” ucap Benny.

Para pekerja migran yang berjumlah 303 tersebut, terdiri dari 154 PMI sektor manufaktur dan 149 PMI sektor perikanan. Hingga gelombang ini, sebanyak 596 PMI juga telah mengakses program Kredit Tanpa Agunan Bank Negara Indonesia (KTA BNI), senilai 15.265.000.000 rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar