Legislator: Pembelian BBM Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Anggota DPR Komisi VI DPR Singgih Januratmoko (Foto: DPR)

KBRN, Jakarta: Anggota DPR Komisi VI DPR Singgih Januratmoko mengatakan, pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan aplikasi MyPertamina menjadi salah satu cara agar BBM bersubsidi tepat sasaran.

"Semua pihak harus mendukung langkah subsidi tepat sasaran. Jangan sampai orang-orang yang mampu malah membeli BBM bersubsidi," tegasnya dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (5/7/2022).

Singgih mengatakan, sudah sepantutnya masyarakat Indonesia juga membantu pemerintah agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak jebol. Singgih menyebut penerimaan negara yang mulai membaik saat pencemi Covid-19 mereda, kini timbul bencana perang Rusia-Ukraina yang efeknya ke berbagai negara.

“Tanpa bantuan masyarakat untuk berhemat BBM atau pelaksanaan subsidi yang tepat sasaran, negara bisa bangkrut,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat meninggalkan paradigma lama, bahwa memiliki mobil adalah simbol kesuksesan. Artinya, kata dia, dengan membeli mobil harus paham konsekuensinya.

“Mobil modern meskipun itu mobil murah bersubsidi, tetaplah menggunakan BBM Ron 92 atau Pertamax. Jadi siapapun harus memahami hal tersebut,” kritik Singgih. 

Dengan subsidi BBM yang justru dimanfaatkan oleh orang-orang kaya, Singgih menyebut sama halnya merugikan semua pihak.

“Dalam keadaan krisis global seperti ini, kesadaran, empati, dan saling bantu sangat dibutuhkan. Sehingga negara bisa melewati krisis pangan dan BBM dunia,” harapnya. 

Ia mendorong, mobil-mobil baru, keluaran pertengan 2000-an untuk menggunakan BBM non-subsidi.

“Saat mereka masuk ke SPBU Pertamina, petugas bisa mengarahkan masyarakat ke BBM subsidi ataupun non-subsidi. Sementara masyarakat harus patuh demi membantu negara,” saran Singgih. 

Kalaupun BBM non-subsidi dirasa kian mahal, Singgih mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum. Terutama di Jakarta yang angkutan publiknya sudah jauh lebih nyaman dan baik.

“Alternatif lain adalah jangan bepergian dengan mobil bila tidak perlu-perlu amat. Artinya, masyarakat bisa mengurangi pembelian BBM non-subsidi sembari menghemat pengeluaran,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar