Penerbangan Garuda Indonesia Bakal Difokuskan Domestik

Ilustrasi armada dan pramugari Garuda Indonesia. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Megakorupsi PT Garuda Indonesia yang diduga merugikan negara hingga Rp8,819 triliun membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir membuat rencana baru.

Sebab, Erick telah menyebut langkah fokus penerbangan dalam negeri atau domestik bakal diambil untuk keberlangsungan operasional maskapai milik negara tersebut.

"Garuda akan tidak lagi menggarap pasar rute internasional yang mana 70 persen dari rute tersebut menyebabkan kerugian pada perusahaan. Ngapain kita bisnis gaya-gayaan, lebih baik kita memperbaiki domestik kita yang sangat besar marketnya, tetapi luar negerinya sedikit saja. Itu pun umrah, haji, dan kargo, yang lainnya lebih kepada domestik," ungkap Erick saat konferensi pers bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Erick bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin menjalin pertemuan guna mengumumkan bersama terkait dua tersangka baru kasus rasuah pengadaan dan sewa 64 unit pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600.

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ES) kembali ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan, dan sewa pesawat CRJ 1000 serta ATR 72-600. Kejaksaan Agung (Kejakgung) menetapkan ES sebagai tersangka bersama mitra bisnisnya, Soetikno Soedarjo (SS) selaku swasta, Dirut di PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

"Dalam kasus pesawat Garuda ini ada leasing-leasing yang terlalu mahal, di mana rata-rata dunia itu 4,7 persen, kita itu sampai hampir 25 persen, jadi ada indikasi-indikasi yang tidak sehat karena itu ada proses yang namanya penindakan secara tegas," sambung Erick.

Erick menyampaikan langkah penyelamatan Garuda memberi bukti bahwa negara hadir dengan menyuntikan PMN senilai Rp 7,5 triliun.

"Dengan segala kerendahan hati, kami mengapresiasi kerja sama yang dilakukan dengan kejaksaan, BPKP dan sejak awal pun kita melibatkan lembaga penegak hukum seperti KPK dalam pencegahan dan tentu bersama kejaksaan dalam hal perbaikan sistem yang akan dijalankan," kata Erick.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar