Tiga Skema Distribusi Diharapkan Migor Diterima Masyarakat

Pekerja mengemas minyak goreng curah di Pasar Subuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (5/1/2022). Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan menyediakan 1,2 miliar liter minyak goreng untuk masyarakat dengan harga jual Rp14 ribu per liter di tingkat konsumen di seluruh Indonesia selama enam bulan ke depan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)

KBRN, Jakarta: Satgas Pangan Mabes Polri berharap distribusi minyak goreng (migor) curah melalui tiga skema distribusi yang diberlalukan dapat mempercepat diterima masyarakat. 

"Ini kita terus memberikan minyak goreng curah ke masyarakat melalui beberapa tahap, ada yang melalui distribusi biasa karena pemerintah mempunyaidistribusi sebelum ada ini, mereka mempunyai distribusi sendiri. Sekarang juga ada SIMIRA kemudian ada namanya SIGURI itu distribusi melalui Indomarco. Ada lagi distribusi melalui warung pangan lewat idfood. Kita harap tiga distribusi itu mempercepat barang yang ada karena kalau lihat produksinya, kebutuhan satu bulan itu 200 ribu ton dan distribusinya harus merata," kata Wakil Ketua Satgas Pangan Mabes Polri Brigjen Pol. Wisnu Hermawan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (26/5/2022) malam.

Ia mengatakan, ebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng curah di Rp14.000 per liter itu masih dalam tahap penataan.Terkait hal itu, Satgas Pangan, kata dia, juga membantu pemantauan harga minyak goreng curah di lebih 17 ribu pasar di Indonesia.

"Kita juga melihat, memantau kurang lebih ada 17 ribu pasar di seluruh Indonesia, diantaranya 8 ribu sampai 9 ribu pasar itu ada yang mendekati HET (harga eceran tertinggi)," jelasnya. 

Ia mengapresiasi melimpahnya minyak goreng menyusul dikeluarkannya aturan batu minyak goreng oleh Menteri Perdagangan. 

"Mudah-mudahan minyak gorengcurah selalu ada di masyarakat," harapnya. 

Wisnu tak menampik masalah dalam penyaluran minyak goreng curah didistribusinya.

"Betul, dan kita lagi menganaslisa distribusinya, dari mulai pabrik, produsen ke D1 ke D2 kemudian sampai ke pengecer," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melaksanakan aturan terkait dengan HET harus Rp15.000 per liter. 

Menurutnya, harga yang keluar dari produsen itu Rp12.000 per liter. 

"Jadi masih ada kurang lebih Rp2000 dari distribusi sampai ke pengecer, ini yang kita sisir satu satu mulai dari D1 siapa D2 siapa. Mudah-mudahan dengan penyisiran itu kita memahami bahwa makin lama rentang rantai panjang distribusi dapat diputus sehingga bisa langsung ke tengah-tengah masyarakat," terangnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar