Indonesia Promosikan IKN di Forum Ekonomi Dunia

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menghadiri pertemuan Forum Ekonomi Dunia - World Economic Forum ( WEF )- 2022 di Davos, Swiss. Dalam forum tersebut, Bambang mempromosikan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Indonesia gencar mempromosikan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia - World Economic Forum ( WEF )- 2022 di Davos, Swiss. 

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menjelaskan bahwa proses pemindahan IKN telah berjalan dan akan dilakukan secara bertahap sampai dengan tahun 2045 mendatang.

Dalam pembangunan IKN ini, ujarnya, pemerintah mengembangkan konsep Smart City, yang mencakup transportasi, pengolahan limbah, energi, fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit, dan lain sebagainya.

“Kami punya jargon, we are not thinking inside the box or outside the box. But, we are thinking without a box,” tukas Bambang dalam sesi diskusi dengan tema “Nusantara: Indonesia New Capital City and Opportunities for The Future”, Kamis (26/5/2022).

Dalam diskusi tersebut, juga hadir sebagai pembicara, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata. Menurut Rudy,  pengembangan IKN akan sejalan dengan upaya pemerintah untuk bisa menciptakan nilai tambah pada setiap sumber daya alam demi meningkatkan produktivitas industri.

“Selain akan menjadi super hub logistik dan ekonomi, IKN juga dirancang sebagai Forest City yang pembangunannya berjalan harmonis dengan alam,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, dari aspek ekonomi, IKN dibangun berdasarkan konsep Nusantara Economic Super Hub dengan 6 (enam) kluster ekonomi, antara lain industri teknologi bersih, farmasi terpadu, agroindustri berkelanjutan, eco-tourism yang inklusif, industri kimia maju dan turunannya, serta energi rendah karbon. 

Selain itu, didukung juga dengan 2 (dua) kluster katalis, yaitu smart city dan hub industri serta edukasi berbasis keterampilan yang akan mendukung proyek IKN berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia ke depannya.

“Dengan adanya IKN yang baru ini, kita berusaha untuk mencapai pertumbuhan inklusif yang lebih besar dan pertumbuhan yang lebih tinggi secara merata," tukas Amalia.

Sehingga, IKN akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang tidak tersentralisasi di pulau Jawa, dan mampu mendorong dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian timur," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar