Sektor Industri Ramah Lingkungan Dilirik Investor Eropa

Menteri Investasi / Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan di Indonesia Pavilion pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss. Foto: (istimewa)

KBRN, Jakarta: Menteri Investasi / Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, yang juga memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) tahun ini mengatakan, investasi di sektor hilirisasi yang bernilai tambah, investasi di sektor energi baru dan terbarukan, serta investasi di kawasan industri yang ramah lingkungan dilirik investor Eropa.

"Selama pelaksanaan World Economic Forum dan berbagai pertemuan dengan para pejabat dan pelaku usaha, ada minat yang besar dari investor asal Eropa dan Amerika untuk berinvestasi di ketiga sektor tersebut, termasuk investasi dalam pembangunan ibukota negara baru," kata Bahlil dalam keterangannya terkait hasil dari keikutsertaan Indonesia dalam WEF 2022, Kamis (26/5/2022).

Menurutnya, sebanyak 700 orang menghadiri acara Indonesia Night, yang menunjukkan antusiasme dunia internasional tehadap Indonesia.

“Jadi ini sebagai bentuk kecintaan kita pada budaya Indonesia, yang harus disosialisasikan pada dunia internasional lewan moment Indonesia Night. Dari 700 lebih tamu yang datang, 20 persennya orang Indonesia, selebihnya adalah tamu dari luar. Bahkan ada sekira 200 CEO perusahaan besar yang sengaja datang sendiri,” kata Bahlil.

Namun yang terpenting, kata Bahlil,  ajang World Economic Forum 2022  menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan menarik investasi lebih besar dari berbagai negara. 

“Ini juga sesuatu yang memberi harapan. Jadi jangan berpresepsi bahwa investasi di IKN itu hanya dari Arab, dari Jepang, jangan ada pemikiran begitu. Karena dari Eropa juga punya minat untuk berinvestasi di IKN,” tukas Bahlil.

Selain itu, Bahlil mengatakan, investasi di pasar karbon di Indonesia juga menjadi salah satu sektor yang menarik perhatian para investor yang hadir dalam World Economic Forum 2022.  

Bahlil berharap,  berbagai komitmen investasi yang disampaikan para investor, dapat segera direalisasikan.

“Perusahaan-perusahaan besar kalau sudah ada komitmen investasi, butuh proses. Karenanya kami belum bisa mengumumkan angka-angkanya,” pungkas Bahlil.

Pertemuan Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss sejak tanggal 22 Mei akan berakhir, Kamis (26/5/2022) ini. 

Dalam event internasional ini, Indonesia membuka pavilion khusus ‘Indonesia Pavilion’,  dan menyelenggarakan acara Indonesia Night yang mengenalkan seni budaya dari kawasan Indonesia Timur khususnya Papua.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar