Menteri Teten: Pemerintah Jaga UMKM Tetap Bertahan

KBRN, Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menilai, program bantuan pemerintah menjaga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap bertahan di masa pandemi Covid-19. 

Dijelaskannya, dukungan pemerintah untuk UMKM berlangsung sejak tahun lalu, melalui progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di mana, pada 2020, anggaran disediakan pemerintah untuk mendukung UMKM mencapai Rp123.4 triliun, atau 20 persen dari total anggaran PEN.

"Program pemerintah terbukti cukup tepat untuk menjaga UMKM bisa bertahan menghadapi dampak covid-19," kataTeten dalam dialog 'Beranda Nusantara' bertema "Usaha Maju, Kita Mendunia" digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Di sisi lain, terang Teten, UMKM juga sudah mempunyai kemampuan daya tahan yang luar biasa. Hal itu terbukti sejak krisis 1998 hingga situasi pandemi Covid-19, saat ini. 

"Karena ukuran usaha kecil jadi banting setirnya tuh gampang ya. Jualan makanan siap saji, pengrajin bendera yang enggak ada 17-an Agustusan banting setir bikin masker," tuturnya. 

Makanya, tambah Teten, dukungan terhadap sektor UMKM berlanjut pada tahun ini. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp193.53 triliun, atau 27 persen dari total anggaran PEN 2021. 

Anggaran itu, tambahnya, untuk menjalankan beberapa program seperti subsidi bunga kredit, penempatan dana pada bank umum untuk pembiayaan UMKM, dan penjaminan modal kerja bagi UMKM. Berikut, keringanan pajak, pembiayaan modal kerja bagi koperasi melalui LPDB, banpres produktif bagi usaha mikro yang belum bankable.

"Lalu data pada 5 Mei 2021, realisasi BPUM sudah tersalur kepada 8.6 juta usaha mikro, atau 88 persen dari target 9.8 juta usaha. Sampai Lebaran kita akan terus tingkakan, agar 9.8 juta bisa tercapai," urainya.

Lebih jauh, Teten menyatakan, sebanyak 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di tengah pandemi Covid-19. Hal itu sesuai hasil survei terbaru yang dirilis oleh World Bank.

"Jadi memang mereka itu sangat dinamis. Nah kemampuan itu itulah yang menurut saya selama ini kita sering melupakan potensi ekonomi UMKM yang luar biasa," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar