Indonesia Ekspor Kepiting Bakau ke Tiongkok

Pelepasan Ekspor Kepiting Bakau ke Tiongkok, yang berlokasi di Tempat Pemeriksaan Fisik Ikan area cargo Bandara SAMS Sepinggan. Ekspor dilakukan, Minggu (22/5). (Foto: KKP)

KBRN, Jakarta: Indonesia mengekspor sebanyak lima ton kepiting bakau Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dieekspor ke Shenzen, Tiongkok. Komoditas senilai lebih dari Rp1 miliar ini, berasal dari unit usaha pembudidaya ikan (UUPI), yang termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), CV Tiga A. 

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Balikpapan Eko Sulistyanto mengatakan, pelepasan ekspor oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini menjadi bukti bahwa semua pelaku usaha baik dalam skala besar maupun kecil. 

"Jadi memang pengurusan sertifikat gratis dan kami juga terus lakukan pendampingan hingga ekspor," kata Eko dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/2022). 

Eko mengungkapkan, ekspor bisa dilakukan setelah UUPI tersebut mengantongi sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) dan nomor registrasi negara Tiongkok. Sertifikat itu pun diperoleh secara gratis, melalui pendampingan BKIPM Balikpapan. 

Eko menyebut, ekspor ini juga kian mudah dengan adanya sinergitas BKIPM Balikpapan, Bea Cukai Balikpapan, PT. Angkasa Pura I Bandar Udara SAMS Sepinggan Balikpapan dan MY Indo Airlines. Saat ini, pelaku usaha bisa memanfaatkan fasilitas direct call atau ekspor langsung ke Tiongkok dan Singapura. 

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan dan layanan prima kepada masyarakat, terutama para pengguna jasa," ujar Eko. 

Lebih lanjut Eko menyebut, lalulintas komoditas perikanan yang keluar dari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengalami peningkatan. Tercatat, selama 2021 nilai ekspor dari Kaltim mencapai lebih dari Rp1 triliun. 

Negara tujuan ekspor komoditas perikanan dari Kaltim di antaranya adalah Jepang, Tiongkok, Inggris Raya, Singapura, Hongkong, Amerika Serikat, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Belanda. 

BKIPM Balikpapan, kata eko, juga akan terus berupaya menjaga tren positif ini dengan memberikan layanan jaminan mutu (quality assurance) terhadap produk perikanan yang akan diekspor. 

"Tentu ini peluang yang bisa dimaksimalkan oleh para pelaku usaha, kami terus berupaya untuk turut menjaga dari sisi keamanan dan mutu produk," tuturnya. 

Sebagai informasi, pelepasan launching direct call ekspor komoditas perikanan (kepiting bakau) ke kota Shenzhen, Tiongkok dihadiri dan dilepas oleh Plt Sekda Provinsi Kalimantan Timur Riza Indra Iriadi dan Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud, yang berlokasi di Tempat Pemeriksaan Fisik Ikan area cargo Bandara SAMS Sepinggan. Ekspor dilakukan, Minggu (22/5).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar