Kementan Dinilai Berhasil Tingkatkan Produksi Beras

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memanen padi di lokasi agrowisata sawah Svarga Bumi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (6/3/2021). Foto: Kementan.jpg

KBRN, Jakarta: Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Riyanto menilai, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama seluruh jajaran Kementan berhasil meningkatkan produksi beras nasional.

Hal itu menurutnya terbukti, selama tiga tahun terakhir, Indonesia sudah tidak impor beras.

"Biasanya Indonesia impor. Tapi dalam tiga tahun terakhir saya melihat beras kita cukup, bahkan cendrung surplus. Semua bisa dikendalikan dan dalam waktu tiga tahun terakhir kita sudah tidak impor," kata Riyanto, Minggu (22/5/2022). 

Sektor pertanian, katanya, paling strategis dalam mewujudkan Indonesia berdaulat dari aspek apapun. Termasuk aspek keamanan dan ketertiban. Sebab, tanpa pangan, semua orang akan kebingungan dan negara dapat mengalami kebangkrutan.

"Saya kira posisi Indonesia sudah cukup bagus dan berjalan lebih cepat dari biasanya. Pangan kita cukup dan semua bisa dikendalikan. Inilah bukti kerja cerdas dari seorang Menteri SYL bersama seluruh jajaran Kementan. Dia bisa menyelesaikan semua arahan dan perintah Presiden Jokowi," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauhid menyampaikan, terima kasih atas perhatian Menteri SYL terhadap pembangunan pertanian nasional, khususnya pertanian di Provinsi Banten.

Ditekankannya, perhatian Presiden Joko Widodo dan Mentan SYL terhadap kemajuan sektor pertanian sangatlah besar, sehingga produksi dan kesejahteraan petani kian waktu kian meningkat.

"Saya yakin dan sangat optimis pertanian di bawah arahan Bapak Presiden dan juga pak Menteri SYL bisa menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang. Pertanian kita akan semakin hebat, maju, mandiri dan modern," ujarnya.

Terpisah, Presiden Jokowi menyatakan, capaian tersebut harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. 

"Yang biasanya kita impor 1.5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," demikian Kepala Negara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar