BPS: Impor Gandum India Turun 64 Persen

Kepala BPS Margo Yuwono saat menyampaikan keterangan pers pada Selasa (17/5/2022).

KBRN, Jakarta: Impor gandum dari India ke Indonesia pada bulan April 2022 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan April 2021 lalu, setelah negara itu melarang ekspor gandum menyusul terjadinya gelombang panas. 

"Secara year-on-year di bulan April ini mengalami penurunan, impor (gandum) kita dari India sekitar 64 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam keterangan pers, Selasa (17/5/2022). 

Margo menjelaskan, volume impor gandum Indonesia pada bulan April tahun 2021 sebesar 5.566 ribu ton atau senilai dengan harga US$15.34 juta. Sedangkan di bulan April tahun 2022, volume impor gandum dari India ke Indonesia sebanyak 2.000 ton atau sekitar 64 persen dengan nilai US$0.78 juta.  

BPS merilis data, impor biji gandum tanpa cangkang kode Harmonized System (HS) 10019912 dari India seberat 184,6 juta ton pada 2021, dengan nilai sebesar US$60 juta atau Rp870 miliar (kurs Rp14.500).

Sementara pada 2022, BPS mencatat impor gandum dari India sebesar 98,18 juta ton hingga Maret dengan nilai US$3,9 juta atau setara Rp56,55 miliar.

India memang bukan negara pemasok gandum terbesar ke Indonesia, melainkan Australia. Selama 2020-2021, gandum asal Australia diekspor ke Indonesia sebesar AU$1,2 miliar atau Rp12,2 triliun (kurs Rp10.200).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar