BPS Laporkan Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Beruntun

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan rilis resmi BPS pada Selasa (17/5/2022) secara daring.

KBRN, Jakarta : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan kabar menggembirakan.

Ia menyebut bahwa neraca perdagangan barang di Indonesia pada bulan April tahun 2022 mengalami surplus, bahkan secara beruntun. 

“Neraca perdagangan surplus secara beruntun selama 23 bulan terakhir,” ucap Kepala BPS, Margo Yuwono dalam Rilis terbaru BPS, Rabu (18/4/2022).

Ini berarti,  kata Margo lagi, sejak Mei 2020 hingga Maret 2022 nilai ekspor Indonesia lebih tinggi dibandingkan nilai impor di tiap bulannya.

Secara lebih detail, Margo menjelaskan kondisi ekspor-impor Maret 2022.

Di mana pada bulan Maret, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$4,53 miliar.

Nilai surplus ini lebih tinggi dibandingkan surplus saat Februari 2022 (US$3,83 miliar) maupun Januari 2022 (US$0,96 miliar).

“Mudah-mudahan surplus ini trennya terus meningkat dan bisa memberikan dampak pada pemulihan ekonomi di Indonesia,” harap Margo.

Secara khusus, Margo juga menjelaskan kondisi ekspor-impor Indonesia ke Rusia dan Ukraina.

Secara kumulatif, selama 3 bulan terakhir, neraca perdagangan Indonesia dengan kedua negara mengalami defisit.

Dengan Rusia, terjadi defisit US$ 204,6 juta, sementara dengan Ukraina defisit US$ 13,5 juta.

Margo menyebut, komoditas nonmigas dengan penyumbang surplus terbesar berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) diikuti bahan bakar mineral (HS 27).

Sedangkan negara penyumbang surplus terbesar berasal dari Amerika Serikat, India dan Filipina. 

Berdasarkan negaranya, surplus dagang terjadi dari Amerika Serikat mencapai US$1,62 juta.

Lalu diikuti dari India dan Filipina, masing-masing US$1,53 juta dan US$977,9 juta.

Sementara Indonesia defisit dagang dari Argentina sebesar US$320,2 juta, Australia US$283,5 juta, dan Thailand US$217,9 juta.

Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia periode Januari-April 2022 mencapai US$16,89 miliar. 

"Tren surplus tahun ini, kita melihat bahwa ini adalah kinerja terbaik surplus kita selama Januari-April ini jika dibandingkan dari tahun 2017 sampai sekarang," papar Margo. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar