FOKUS: #PPKM

Aset Properti Hasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak

Ilustrasi / Aset properti berupa perumahan rakyat / Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) hingga tahun 2021 mendapat tugas mengelola sebanyak 288 aset negera berupa properti yang sebagian besar berada di Jakarta, 2 aset kilang di Bontang dan Lhokseumawe serta 1 aset kawasan berupa lapangan golf Ciperna di Jawa Barat. Kinerja LMAN dalam mengelola aset tersebut sepanjang tahun 2021 ini cukup menggembirakan. Terlihat dari aset kelolaan yang sudah dioptimaliasi, hasil jasa advisory, dan kontribusinya terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) hingga tahun 2021 mendapat tugas mengelola sebanyak 288 aset negera berupa properti yang sebagian besar berada di Jakarta, 2 aset kilang di Bontang dan Lhokseumawe serta 1 aset kawasan berupa lapangan golf Ciperna di Jawa Barat. 

“Kinerja LMAN dalam mengelola aset tersebut sepanjang tahun 2021 ini cukup menggembirakan. Terlihat dari aset kelolaan yang sudah dioptimaliasi, hasil jasa advisory, dan kontribusinya terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ujar Direktur Utama (Dirut) LMAN Basuki Purwadi melalui Taklimat Media Kinerja LMAN 2021 dan Rencana Kerja 2022, yang dikutip RRI.co.id, Selasa (25/1/2022).

Dirut LMAN, Basuki Purwadi (SS/Magdalena/RRI)

Terkait Pengelolaan Aset, dari 288 aset, sebanyak 70 aset berhasil dioptimalkan sepanjang tahun 2021.

Dan dari 70 aset yang sudah dioptimalkan, 14 aset dioptimalkan untuk mendukung industri kreatif dan UMKM.

“Jumlah aset yang dioptimalkan memang belum siginifikan karena tidak semua aset kondisinya free dan clear saat pengelolaannya diserahkan ke LMAN,” kata Basuki.

Selain mengelola aset negara, LMAN juga mendapat tugas memberikan Jasa Advisory  berupa kajian pengelolaan aset.

Pada tahun 2021, LMAN telah memberikan 12 jasa advisory diantaranya untuk mendukung pengelolaan aset diantaranya di sektor perhubungan, kesehatan, pendidikan dan pariwisata.

Dari beberapa jasa advisory, LMAN selanjutnya juga dapat berperan sebagai Arranger dengan mencari calon investor atas aset bersangkutan.

Salah satu hasilnya adalah kerjasama investasi untuk Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT).

Yang tak kalah penting adalah peran LMAN dalam melakukan pembayaran lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sepanjang tahun 2021 jumlah mencapai Rp22,86 triliun.

“Capaian ini menjadi capaian tertinggi sejak tahun 2016. Dari tahun 2020 hingga 2021, terjadi kenaikan 14,54 persen dalam realisasi pembayaran lahan untuk PSN,” ucap Basuki.

Pembayaran lahan PSN di tahun 2021, sambung Basuki, yang terbesar untuk keperluan jalan tol sebesar Rp17,87 triliun, dan untuk keperluan pembangunan Bendungan sebesar Rp3,54 trilun.

Yang lainnya pembayaran lahan untuk proyek kereta api, pelabuhan, dan irigasi.

Realisasi proyek jalan tol tertinggi adalah ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dengan angka Rp3,12 triliun.

Sementara dari sisi manfaat finansial, di tahun 2021 LMAN memberikan kontribusi penerimaan negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,96 triliun.

Jumlah itu melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1,83 triliun.

Untuk tahun 2022, LMAN mendapatkan alokasi anggaran untuk pendanaan lahan sebesar Rp28,84 triliun.

Yang rencananya akan digunakan untuk pendanaan lahan jalan tol sebesar Rp24.09 triliun, pendanaan lahan untuk proyek sumber daya air sebesar Rp4,45 triliun, dan untuk pelabuhan sebesar Rp0,29 triliun.

“Itu artinya, pemerintah masih fokus untuk mendukung pembangunan infrastruktur di tahun ini,” pungkas Basuki.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar