FOKUS: #CORONA

Kasus Omicron Meningkat, Begini Respon Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/1/2022). Rapat tersebut membahas evaluasi anggaran daerah 2021 dan perencanaan APBN daerah 2022 terkait penanganan pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

KBRN, Jakarta:  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus mengikuti perkembangan Omicron di Indonesia dari hari ke hari.  

Apalagi kasusnya terus bertambah.

Data Kementerian Kesehatan per 24 Januari 2022, jumlah kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 1.626 kasus.

“Kita lihat kasus Omicron di Indonesia sejak ditemukan pertama kali, menunjukkan pola yang terus meningkat secara cepat. Belajat dari kasus Delta yang juga meningkat sangat cepat, ini menjadi pembelajaran. Begitu kasus melonjak tinggi, harus antisipasi kapasitas rumah sakit, isolasi, tenaga kesehatan, ketersediaan okisgen dan masker, ” papar Menkeu saat Raker dengan Komite IV DPD RI, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (24/1/2022).

Presiden setiap minggu, sambung Menkeu, dalam sidang kabinet selalu mengevaluasi perkembangan dan penanganan Omicron.

Menurut Sri Mulyani, kasus Omicron di Indonesia banyak terjadi karena perjalanan dari luar negeri.

“Pada akhir tahun saat Natal dan Tahun Baru, banyak kedatangan dari luar negeri. Meskipun pemerintah telah mengimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Tapi tetap masih ada yang ke luar negeri. Arus baliknya ada di awal dan pertengahan Januari. Sehingga kasus Omciron bawaan dari Luar Negeri, mulai men-trigger kasus lokal,” imbuhnya.

Untuk itu pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi.

Untuk dosis pertama sudah mencapai 181 juta suntikan dan vaksin kedua mencapai 120 juta suntikan.

“Indonesia termasuk negara yang sudah menyelesaikan 40 persen target vaksin sebelum akhir tahun 2021. Dan kita on track untuk mencapai 70 persen dari populasi. Dan sekarang juga sudah mulai vaksin booster, sudah ada 1,3 juta yang mendapatkan vaksin booster,” jelas Menkeu.

Selain Indonesia, negara-negara tetangga seperti Australia, Singapura dan Thailand saat ini juga sedang mengalami lonjakan kasus Omicron yang tinggi.

“Gelombang yang terjadi ini akan menjadi perhatian kita, dan melihat pola peningkatannya agar kita bisa merespon dan menanganinya lebih cepat,” pungkas Menkeu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar