FOKUS: #PPKM

Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Cetak Tenaga Perindustrian

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia di dunia Industri manufaktur / Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta, Kadin Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri, pasar modal, dan perbankan. Ketua ISEI Jakarta Inarno Djajadi mengatakan, nota kesepahaman ini untuk mendorong dan membekali para mahasiswa dengan pengalaman dan kompetensi yang akan terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika era revolusi industri 4.0. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta, Kadin Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri, pasar modal, dan perbankan.

Ketua ISEI Jakarta Inarno Djajadi mengatakan, nota kesepahaman ini untuk mendorong dan membekali para mahasiswa dengan pengalaman dan kompetensi yang akan terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika era revolusi industri 4.0.

“Sehingga diharapkan dihasilkan sumber daya manusia yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Maju. ISEI Jakarta memandang perlu nota kesepahaman ini, juga untuk menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kerjasama ini mencakup magang berkonversi, pelatihan, dan perkulihan, serta program edukasi bagi mahasiswa,” jelas Inarno saat penandatanganan Nota Kesepahaman di Main Hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (24/1/2022).

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, Nota Kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen Kadin Indonesia dalam mendukung Program Merdeka Belajar.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid

“Kolaborasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang siap memasuki era industri 4.0 dan lebih dari itu, menjadi society 5.0. Jika sumber daya manusia kita tidap siap, dampaknya akan sangat besar. Banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan akibat digitalisasi dan otomatisasi,” ujar Arsjad Rasjid.

Untuk menjawab tantangan itu, masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan literasi data dan teknologi menuju society 5.0. 

“Kalau kita tidak mengatur sumber daya manusia sejak hari ini. Bukan revolusi industri yang terjadi, tapi revolusi sosial. Inilah yang harus kita jaga bersama,” kata Arsjad.

Program magang berkonversi bagi para mahasiswa Program Merdeka Belajar, sambung Arsjad, dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut.  

“Melalui program ini, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam aktivitas internal institusi tempat magang, memberi peluang yang lebih besar untuk diterima sebagai karyawan di tempat magang, serta membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktik terbaik di industri tempatnya magang,” jelas Arsjad.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyambut positif kolaborasi ISEI Jakarta, Kadin Indonesia, BEI dan HIMBARA untuk mendukung Program Merdeka Belajar.

Apalagi di tahun ini, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka akan memasuki tahap akselerasi dengan program yang lebih banyak dan lebih variatif.

“Dan tahun ini, target peserta MBKM meningkat tiga kali lipat, dari 50 ribu di tahun 2021 menjadi 150.000 mahasiswa, sehingga akan lebih banyak lagi mahasiswa yang dapat merasakan pelajaran di luar kampus,” pungkas Nadiem.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar