Erick Thohir Tegaskan Transformasi BUMN Penting

Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Humas)

KBRN, Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan program transformasi BUMN harus berjalan berkelanjutan. Dia tidak ingin pergantian presiden setiap lima tahun sekali menghentikan transformasi di BUMN.

Erick menyampaikan realisasi transformasi BUMN masih mencapai 70% hingga 2024 mendatang. Tersisa 30% yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi menteri BUMN yang baru. Namun, Erick melihat ada dua kemungkinan yang akan terjadi ketika pergantian kepemimpinan di BUMN, yakni merealisasikan 30% transformasi BUMN atau tidak melanjutkan sama sekali.

"Percuma transformasi ini, dan saya yakini ketika saya selesai jadi Menteri BUMN paling tidak 70%, dan kita sudah benchmarking di negara lain Finlandia, Swedia, China, perlu waktu 12-18 tahun. Artinya apa? 30% berikutnya, ya Menteri BUMN yang baru. Tetapi yang 70% ini tidak dilanjut lagi, jadi nol lagi," ujar Erick, Sabtu (22/1/2022).

Lebih lanjut, Erick mencontohkan salah satu program transformasi yang perlu dilanjutkan adalah merampingkan jumlah BUMN. Idealnya, jumlah perusahaan maksimal 30 saja.

Saat ini, tercatat ada 41 BUMN dari sebelumnya 108 perusahaan. Merger atau penggabungan perseroan masih harus dilakukan.

"Contohnya apa? Kita sudah menurunkan jumlah BUMN yang tadinya 108 jadi 41, cukup? Tidak mestinya 30, tapi enggak keburu zaman saya. Jadi bisa di merger-merger lagi," tutur Erick.

Erick menambahkan, perampingan perlu dilakukan untuk menghindari monopoli atau menjadi gurita bisnis yang justru mematikan pengusaha lokal hingga UMKM.

"Jangan sampai BUMN ini juga, tadi malah sebuah gurita bisnis yang mematikan pengusaha lokal, pengusaha daerah, UMKM. Karena semua bisnisnya mau di ambil, padahal apa? Tugasnya sebagai lokomotif pembangunan yang merupakan sepertiga dari kekuatan ekonomi nasional. Tetap di korporasi, sehingga program-program yang pro rakyat bisa dilaksanakan," kata Erick.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar