Menuju Penutupan Sementara Bandara Halim Perdanakusuma

Sebuah pesawat melintas di landasan pacu Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (28/12/2021). Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara menunjuk Bandara Pondok Cabe dan Bandara Soekarno Hatta sebagai bandara pengganti selama dilakukannya revitalisasi Bandara Halim Perdana Kusuma. (Dok. Antara Foto/Muhammad Iqbal/tom)
Ilustrasi kegiatan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta. (Dok.Ist/AA)

KBRN, Jakarta: Bandara Halim Perdanakusuma akan ditutup sementara dalam rangka revitalisasi mulai Rabu (26/1/2022).

“Dengan dimulainya revitalisasi, Bandara Halim akan ditutup sementara mulai 26 Januari 2022. Waktu penutupan diperkirakan paling lama 3.5 bulan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan di situs Kementerian Perhubungan dilihat, Sabtu (22/1/2022).

Revitalisasi Bandara Halim dilakukan sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

"Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan untuk memperbaiki fasilitas sisi darat maupun udara, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan," kata Adita.

Dia menjelaskan, pekerjaan yang akan dilakukan, yaitu pembangunan di sisi udara maupun sisi darat, yakni meliputi penyehatan landas pacu (runway) dan landas hubung (taxiway), peningkatan kapasitas landas parkir (apron) pesawat udara Naratetama dan Naratama; renovasi gedung Naratetama dan Naratama; renovasi bangunan operasi; perbaikan sistem drainase di dalam bandar udara; dan penataan fasilitas lainnya.

Sebelumnya, sejak beberapa bulan lalu, Kemenhub bersama TNI AU telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka mengantisipasi dampak dari berhentinya operasional pelayanan penerbangan di Bandara Halim.

“Kami informasikan adanya penutupan sementara Bandara Halim Perdanakusuma lebih awal agar seluruh pihak terkait siap untuk melakukan langkah-langkah penanganan dan dampak dari adanya penutupan tersebut,” kata Adita.

Kemenhub, kata dia, melalui Ditjen Perhubungan Udara meminta kepada operator bandara dan maskapai untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan penumpang.

"Seperti pembatalan penerbangan, refund tiket, pengalihan rute penerbangan, dan lain sebagainya," kata dia.

Adita juga mengimbau kepada masyarakat yang sudah membeli tiket pesawat dengan keberangkatan melalui Bandara Halim, untuk menghubungi maskapai agar dilakukan proses penanganan selanjutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar