FOKUS: #PPKM

Sepekan Jelang Imlek, Penjualan Pernak-pernik Sepi

Penjualan pernak-pernik perayaan imlek 2573 tahun 2022 di Samarinda Kalimantan Timur mengalami penurunan 50-70 persen. Salah seorang Pedagang pernak-pernik Imlek 2573 di Samarinda, Yudista Anggawirya, menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, omset penjualannya menurun drastis. (Siti/RRI)

KBRN, Samarinda: Penjualan pernak-pernik perayaan imlek 2573 tahun 2022 di Samarinda Kalimantan Timur mengalami penurunan 50-70 persen.

Salah seorang Pedagang pernak-pernik Imlek 2573 di Samarinda, Yudista Anggawirya, menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, omset penjualannya menurun drastis.

Biasanya, dua minggu menjelang perayaan imlek, sudah banyak pernak-pernik yang terjual.

Akan tetapi sekarang, hingga sepekan menjelang imlek masih sepi.

Yudista menyebutkan, aksesoris yang dijualnya tetap bernuansa warna merah, contohnya lampion serta amplop merah untuk angpao.

“Mulai tahun lalu kan pandemi berlaku, jadi selama itu mulai sepi. Karena otomatis selama pandemi ini kan tidak silaturahmi kemana-mana, melainkan hanya melalui video saja (daring). Penurunan omsetnya hingga 70 persen,” ujar Yudista kepada RRI.co.id di Samarinda, Sabtu (22/1/2022).

Dirinya merincikan, penurunan omset berlangsung sejak perayaan imlek 2020 hingga 2021.

Meski demikian, dia tidak mau patah semangat dan berharap tahun ini (2022), imlek dapat membawa rejeki melalui penjualan aksesoris.

Artinya, penjualan barang dagangannya dapat meningkat, walaupun kenyataannya memang masih sepi juga.

"Kenyataannya masih sepi sampai sekarang. Semoga ada perubahan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar