Beras Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan

Pekerja membongkar muat beras di gudang Bulog Divre Banten di Serang, Banten, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan stok beras yang dimiliki pemerintah aman untuk konsumsi nasional hingga awal triwulan I 2022 dan akan bertambah 11,6 juta ton hasil panen peride Januari - Maret 2022 sehingga dipastikan masih surplus dan tidak perlu lagi mengimpor beras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.

KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan beras masih menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan per September 2021.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan kemiskinan memiliki pengaruh ke makanan. Selain itu, waktu menghitung penduduk miskin ditentukan garis kemiskinan, dihitung dari pengeluaran makanan dan minuman.

"Penyumbang garis kemiskinan 74 persen, naik turunnya ke komoditas makanan, maka diharapkan pemerintah menjaga stabilitas pangan, supaya garis kemiskinan tidak naik," kata Margo kepada Pro3 RRI, Selasa (18/1/2022).

Menurutnya, jika harga beras bergejolak maka garis kemiskinan makanan naik. Dengan demikian, ia menyebutkan garis kemiskinan Indonesia pada September 2021 adalah sebesar Rp 486.168 per kapita per bulan. Sehingga, lanjutnya, jika penduduk memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.

"Angka garis kemiskinan tersebut naik 5,39 persen dibandingkan dengan September 2020 dan 2,89 persen terhadap Maret 2021," tambahnya.

Menurutnya, di perkotaan, beras memberi sumbangan 19,69 persen terhadap garis kemiskinan, sedangkan di pedesaan 23,79 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar