Airlangga: Industri Kreatif Digital Harus Dioptimalkan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

KBRN, Jakarta: Data We Are Social menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 202,6 juta jiwa atau 73,7% dari populasi dan 98,5% dari jumlah tersebut menonton video online. Dari data itu menunjukkan Indonesia merupakan pangsa yang besar untuk konten-konten industri kreatif digital. 

Karenanya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong kreativitas dalam menciptakan konten-konten digital untuk meningkatkan pertumbuhan industri kreatif.

"Saat ini terdapat sekitar lebih dari 8,2 juta jumlah usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fashion, dan kriya. Selain itu, terdapat 4 sub sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tercepat yaitu film, animasi, dan video, seni pertunjukan, dan desain komunikasi visual," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan Wayang Youth Festival, Jumat ( 14/1/2022).

Menurut Menko Airlangga, pertumbuhan yang pesat  sektor tersebut tidak lepas dari  perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin cepat mengadopsi teknologi digital.

“Untuk itu, saya sangat  mengapresiasi acara Wayang Youth Festival sebagai upaya membangkitkan industri kreatif Indonesia, sekaligus menanamkan kebanggaan bagi anak muda  untuk menciptakan karya yang memiliki nafas, identitas, dan budaya asli Indonesia sehingga kita tampil berbeda dari konten luar negeri," tukas Menko Airlangga.

Terlebih lagi, Wayang Kulit Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sehingga perlu terus diangkat dan dilestarikan. Keunggulan di pasar domestik menjadi peluang bagi anak-anak muda dalam menampilkan konten kreatif sekaligus  mendapatkan manfaat ekonomi. Di sisi lain, para pelaku industri ini juga harus siap bersaing dengan  konten-konten dari luar negeri.

“Kita harus dapat menghadapi krisis identitas dan budaya akibat masifnya konten tayangan budaya luar yang masih mendominasi di Indonesia dengan berbagai produk atau konten kreatif hasil anak bangsa kita sendiri,” imbuh Menko Airlangga.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus konsisten mendukung pertumbuhan industri kreatif dan menjadikan Industri Kreatif sebagai salah satu sektor yang bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi Sumber Daya Manusia, Pemerintah telah menginisiasi berbagai program, diantaranya Kartu Prakerja, Digital Talent Scholarship, dan Gerakan Nasional Literasi Digital.

Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong program infrastruktur digital di antaranya pembangunan jaringan fiber optik Palapa Ring, Menara BTS dan jaringan internet di daerah 3T, perluasan wilayah 4G, pengembangan sistem 5G, peluncuran satelit multifungsi SATRIA, dan pembangunan beberapa pusat data nasional.

“Saya berharap program Wayang Youth Festival ini bisa terus dilanjutkan dalam bentuk inkubasi, dimana ada pendampingan, pelatihan, dan pembiayaan bagi para pelaku industri kreatif lokal hingga mereka mampu menghasilkan karya asli Indonesia yang menarik mata dunia dan menguntungkan secara ekonomi,” tegas  Menko Airlangga.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenparekraf, pada tahun 2019 sub sektor ekonomi kreatif tercatat menyumbangkan Rp1.153,4 Triliun PDB atau 7,3% terhadap total PDB Nasional, 15,2% tenaga kerja, dan 11,9% ekspor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar