FOKUS: #PPKM

PPKM Level 2, Pedagang Pasar Sepi Pembeli

Kios Asih sepi pembeli semenjak masa PPKM Level 1 sampai Level 2 sekarang ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan PPKM Level 2, yang telah berjalan sejak awal Desember 2021. Dalam aturan yang baru, Pasar Rakyat (Pasar Tradisional) yang menjual barang segala kebutuhan sehari-hari diberlakukan kapasitas sebanyak 75% serta jam operasional yang dibatasi. Kebijakan tersebut membuat pedagang kurang senang, karena banyak kehilangan pembeli. (Aditya Prabowo/RRI)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan PPKM Level 2, yang telah berjalan sejak awal Desember 2021.

Dalam aturan yang baru, Pasar Rakyat (Pasar Tradisional) yang menjual barang segala kebutuhan sehari-hari diberlakukan kapasitas sebanyak 75% serta jam operasional yang dibatasi.

Kebijakan tersebut membuat pedagang kurang senang, karena banyak kehilangan pembeli.

Akan tetapi, banyak dari mereka terus berusaha untuk tidak menutup kios dan memilih fight berdagang saat PPKM Level 2 supaya tetap ada pemasukan.

Menurut pedagang, tidak ada perbedaan antara PPKM Level 1 dan Level 2.

Maksudnya, pembeli tetap saja sepi, sementara kebutuhan hidup keluarga masing-masing di rumah tetap harus terpenuhi.

"Menurut saya tidak ada perbedaan PPKM Level 1 dan Level 2, sama-sama sepi pembeli," ujar Asih, salah satu pedagang Pasar Grogol, Jakarta Barat, saat ditemui RRI.co.id, Rabu (08/12/2021).

Asih menambahkan, saat ini kondisi pedagang pasar masih belum pulih atau belum normal.

"Selama PPKM dagangan saya sangat menurun pembelinya," katanya lagi.

Dirinya berharap, pemerintah baik pusat maupun daerah, terus memantau Pasar Rakyat selama PPKM, supaya dapat membantu para pedagang ketika keadaan sudah sangat sulit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar