Rapimnas Kadin, Wapres Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM

Di era modern saat ini, kolaborasi menjadi sesuatu yang perlu dilakukan. Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma"ruf Amin menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan jumlah usaha menengah dan besar. (Dok. Setwapres RI)

KBRN, Jakarta: Di era modern saat ini, kolaborasi menjadi sesuatu yang perlu dilakukan.

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan jumlah usaha menengah dan besar. 

Tutup Rapimnas Kadin, Wapres Dorong Peningkatan  Kapasitas UMKM melalui Kolaborasi Antar Pengusaha Badung, wapresri.go.id - Pemerintah terus melakukan upaya untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dana desa dan pembangunan infrastruktur.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi antarpengusaha di dalam mendukung UMKM agar kualitas dan kapasitasnya semakin meningkat.

"Kerja sama usaha adalah ikatan bersama dan tanggung jawab antarpengusaha. Tidak ada cara lain untuk mendorong peningkatan jumlah usaha menengah dan besar, kecuali melalui kolaborasi," ucap Wapres Ma'ruf Amin pada acara Penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2021, seperti keterangan resmi yang diterima RRI.co.id di Jakarta, Sabtu (04/12/2021).

BACA JUGA: ICMI Diharapkan Berperan Aktif Mengentaskan Kemiskinan

Menurut Wapres, diperlukan beberapa langkah dalam membangun sinergi dan kolaborasi antarpelaku usaha sebagai sumber pertumbuhan dan kekuatan ekonomi bangsa.

"Pertama, UMKM terus difasilitasi agar kapasitas usaha, keterampilan, tenaga kerja, akses modal, dan penguasaan teknologi meningkat," terang Wapres.

"Kedua, kolaborasi intensif antara usaha mikro, kecil, menengah, dan besar sehingga antarpelaku ekonomi bisa saling menguatkan, seperti di Jepang dan Taiwan," imbuhnya. 

Lebih jauh, Indonesia telah memulai Presidensi G-20 Tahun 2022 yang merupakan ajang bergengsi dan strategis.

Penyelenggaraan G-20 selama satu tahun ke depan diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

"Kita berharap posisi ini bisa dimanfaatkan pemerintah dan dunia usaha untuk merumuskan dan membangun kesepakatan bagi kepentingan nasional," ujar Wapres.

Wapres mengakui masih terdapat beberapa agenda bidang ekonomi yang masih harus terus diamati bersama, yaitu daya saing ekonomi, transformasi ekonomi, dan demokrasi ekonomi. 

"Bapak Presiden dalam banyak kesempatan mengingatkan agar daya saing ekonomi diperbaiki, sedikit demi sedikit akan terus diperbaiki dan dibenahi," jelas Wapres.

Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dapat didukung penuh oleh Kadin Indonesia.

"Kadin diharapkan mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah dalam gerakan pemulihan ekonomi, khususnya untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja," kata Wapres.

"Dengan mengucapkan alhamdulillahirrabil'alamin, secara resmi Rapat Pimpinan Nasional Kadin Tahun 2022 saya nyatakan ditutup. Selamat dan sukses atas selesainya penyelenggaraan Rapimnas Kadin," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan komitmen Kadin dalam mendukung pemerintah untuk memajukan UMKM daerah melalui beragam program pendampingan dan pemberdayaan.

"Kami akan mengajak seluruh Kadin provinsi untuk bersama-sama membantu usaha di daerah agar lebih efisien. Ini akan menjadi masukan pemerintah untuk menyempurnakan kebijakan yang ada," jelas Arsjad.

"Dalam hal perlindungan dan pemberdayaan UMKM dan koperasi, Kadin berkomitmen untuk menguatkan UMKM melalui digitalisasi dan program pendampingan UMKM demi meningkatkan perekonomian daerah," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar