Jaga Kelestarian Alam, STM Terapkan Penambangan Underground

Beberapa pekerja PT. StM bagian Geologi, sedang meneliti core hasil pengeboran sample di wayah penambangan Daha, Hu

KBRN, Dompu: PT. Sumbawa Timur Mining (STM), akan menerapkan metode penambangan underground, saat tiba eksploitasi pada 3 tahun ke depan.

Hal ini dilakukan, selain dapat melihat potensi mineral berada di kedalaman tertentu, juga untuk tetap menjaga kelestarian alam.

Ahli Geologi, PT. STM, Paulo Renata mengatakan, keputusan itu diambil dari hasil eksplorasi sementara, rata-rata mineral seperti emas dan tembaga, berada di kedalaman diatas 1.000 meter.

"Pertambangan model ini, sudah banyak dilakukan oleh perusahaan pertambangan di dunia," katanya, Jum'at (26/11/2021).

Penambangan dengan sistem ini, juga memudahkan pengembalian pasca penambangan. Sebab, jika menggunakan mekanisme penambangan dari atas, dipastikan akan menyisahkan persoalan lingkungan. Pengembalian bekas penambangan dari atas, selain tidak bisa mengembalikan kondisi semula, juga merusak habitat dan ekosistem alam di kawasan penambangan.

Sementara itu, berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76 miliar ton atau 0,93% tembaga dan 0,56 gram/ton emas. 

Total sumber daya mineral terekam sebesar 0,96 miliar ton atau 0,87% tembaga dan 0,44 g/t emas. Angka tersebut setara dengan total 1.7 miliar ton atau 0,89% tembaga dan 0.49 gram per ton emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1.7 miliar ton atau 0.2-0,7% tembaga dan 0,1-0.3 gram per ton emas.

"Diperkirakan ekploitasinya, 3 tahun ke depan. Angka itu, masih dalam perkiraan terkecil yang didapat dari sample pengeboran," pungkasnya. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00