Serapan Tenaga Kerja Tahun Ini Lebih Baik

Ilustrasi tenaga kerja. (Foto: sarjana ekonomi)

KBRN, Jakarta: Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan tingkat pengangguran di Indonesia sebesar 7,07%. Angka ini perlahan membaik dengan indikator tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga Agustus 2021 berada di posisi 6,49%. 

Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Nurma Midayanti pun mengatakan demikian. Nurma menyebut tren serapan tenaga kerja mulai membaik seiring dengan tumbuhnya ekonomi nasional. 

"Dampak pandemi Covid-19 hingga Agustus 2021 tidak seburuk yang diperkirakan, ke depan tergantung dari kebijakan (mobilitas) pemerintah," kata Nurma di Jakarta, Kamis (25/11/2021). 

Nurma mengatakan, membaiknya serapan tenaga kerja sangat bergantung pada keputusan pemerintah dalam pengendalian Covid-19. Hal ini terbukti dengan adanya kebijakan PPKM darurat Agustus lalu, tidak terlalu berpengaruh pada tingkat serapan tenaga kerja.

Adapun, BPS melaporkan besaran TPT pada 2019 berada di posisi 5,23%. Artinya, tren serapan tenaga kerja hingga akhir tahun 2021 relatif mendekati situasi normal sebelum pandemi.

Sebagai informasi, dala laporan BPS menunjukkan 21,32 juta orang atau 10,32% penduduk usia terdampak pandemi Covid-19 hingga Agustus 2021. 

Sedangkan masyarakat yang menganggur karena pandemi Covid-19 sebanyak 1,82 juta orang, untuk bukan angkatan kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 700.000 orang, dan tidak bekerja sebanyak 1,39 juta orang, serta penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja mencapai 17,41 juta orang. 

Selain di sektor ketenagakerjaan, sektor perdagangan dan industri olahan tercatat menyerap sekitar 2,26 juta tenaga selama satu tahun terakhir. Namun, ada penurunan untuk sektor pertanian yang mencapai 1,1 juta orang. 

Sementara, sektor jasa lainnya yang mengalami penurunan adalah real estat, transportasi dan pergudangan. Sebaliknya untuk industri pengolahan, perdagangan, akomodasi, jasa dan makan minum mengalami peningkatan selama satu tahun terakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00