Mengetahui Pola Konsumsi, BPS Survei Biaya Hidup

Antara Foto

KBRN, Jakarta: Untuk mendapatkan pola konsumsi masyarakat serta memperbaharui asumsi konsumsi tahun dasar, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan Survei Biaya Hidup (SBH) di tahun 2022 mendatang. 

Survei ini terakhir dilakukan pada 2018 lalu. 

"Survei biaya hidup akan mengganti tahun dasar perhitungan inflasi yang sekarang. Kenapa diganti? Karena kami melihat tahun dasar yang digunakan sudah cukup lama dan kami menyadari pola konsumsi sekarang sudah berbeda," ujar Kepala BPS Margo Yuwono pada Workshop Media BPS 2021, Kamis (25/11/2021).

Menurut Margo, pola konsumsi masyarakat Indonesia kini sudah berbeda dari tiga tahun lalu, karena perkembangan e-commerce yang pesat. Terlebih adanya pandemi Covid-19, gaya hidup masyarakat juga ikut berubah. 

Adapun, survei biaya hidup dilakukan sebagai bahan penyusunan diagram timbang dan paket komoditas yang baru dalam perhitungan indeks harga konsumen (IHK). 

"Kita perlu tau pola konsumsi yang baru sehingga inflasi akan lebih menggambarkan dan merekam keadaan yang sekarang," kata Margo. 

Nantinya, SBH 2022 akan dilakukan setiap dua minggu atau empat minggu sekali untuk menghasilkan data dari pola konsumsi masyarakat. Petugas survei akan menyebar di 90 kabupaten/kota dan rumah tangga per triwulan sebanyak 35.800. 

Kemudian, adapula SBH RURAL sebagai tambahan inovasi yang meliputi 60 kabupaten/kota rural dan 21.700 rumah tangga per triwulan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00