Live Shopping Kemenkop Diharapkan Lahirkan UKM Go Digital

Live Shopping Produk UKM di Tokopedia. (Foto: dok Kemenkop)

KBRN, Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM menggelar event Live Shopping Produk UKM melalui platform  e-commerce Tokopedia. Inisiasi program ini dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada 14 Mei 2020 yang mendorong pelibatan UKM Indonesia dalam dunia digital, khususnya e-commerce.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku UKM dapat segera go digital dan onboarding di e-commerce. Harapan kami, program ini dapat menghasilkan penjualan yang sama baik atau bahkan lebih baik dari Live Shopping sebelumnya,” kata Asdep Kemitraan dan Perluasan Pasar Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah KemenKopUKM, Fixy melalui Channel YouTube KemenKopUKM, Kamis (25/11/2021). 

Fixy yang dalam hal ini mewakili Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman mengatakan program Live Shopping merupakan dukungan dan fasilitasi KemenKopUKM untuk mendorong perluasan pasar dan digitalisasi UMKM. 

“Live Shopping Produk UKM ini guna mendorong UKM dalam digitalisasi produk, onboarding serta mempromosikan dan memasarkan produknya melalui platform e-commerce Tokopedia,” ujar Fixy.

Ia mengungkapkan bahwa berbelanja secara online telah menjadi salah satu aktivitas yang menarik karena memberikan pengalaman baru dalam berbelanja bagi para konsumen. Hal ini merupakan salah satu alasan konsumen mulai beralih dari offline ke online. 

“Dengan hanya mengunjungi situs belanja, peluang inovasi yang terbuka besar dan pergeseran gaya hidup masyarakat menjadi salah satu kekuatan bisnis e-commerce,” terangnya.

Menurutnya sebanyak 88,1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan e-commerce untuk membeli produk tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Persentase tersebut merupakan yang tertinggi di dunia dalam hasil survei We Are Social pada April 2021.

“Posisi kedua ditempati Inggris dengan 86,9% pengguna internet yang memakai e-commerce. Kemudian, pengguna internet yang memakai e-commerce di Filipina sebesar 86,2%,” lanjut dia.

Begitu pun juga, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh pesat seiring meningkatnya preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, akibat perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking. 

“E-commerce salah satu peluang besar bagi UKM untuk memasarkan dan mengembangkan bisnisnya. Pemanfaatan e-commerce dapat dilakukan guna memasarkan produknya lebih luas secara online melalui platform pasar digital,” papar Fixy.

Kata dia, e-commerce harus dipertimbangkan sebagai salah satu media pemasaran dan penjualan bagi pelaku UKM yang memberikan kemudahan antara lain Meningkatkan Pangsa Pasar, Menurunkan Biaya Operasional, Memberikan Informasi Produk dan Kemudahan dalam bertransaksi bukan hanya karena covid- 19, tapi juga setelah covid berlalu.

Dimana menurutnya banyak kelebihan yang ditawarkan e-commerce untuk mengembangkan UKM, namun bukan berarti tanpa kendala. Kendala bagi pelaku UKM salah satunya yaitu penguasaan teknologi yang masih rendah, dan adanya keengganan untuk mengoptimalkan penggunaan e-commerce dalam bisnis mereka. 

“Banyak yang merasa gagap teknologi dan malas mempelajari teknologi baru. Padahal, para pebisnis UKM harus pro aktif dalam mempelajari perkembangan teknologi baru demi kemajuan bisnis mereka,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00