Kemenparekraf Kembangkan Program Santri Digitalpreneur,

KBRN, Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat program Santri Digitalpreneur. Menparekraf, Sandiaga Uno mengatakan, program ini untuk mendorong kewirausahaan para santri di tanah air.

“Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia,” ujar Sandiaga dalam keterangan resminya kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Sandi menjelaskan, program ini merupakan bagian dari salah satu upaya pemulihan sektor pariwisata dan industri kreatif yang terdampak pandemi COVID-19. Lebih khusus di lingkup pondok pesantren.

Data yang dimilikinya mencatat, Indonesia memiliki sebanyak 31.385 pondok pesantren. Maka, dengan jumlah yang besar itu santi perlu mendapat dorongan untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui digitalisasi.   

Adapun Santri Digitalpreneur Indonesia sendiri akan memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital. Bekal itulah yang kemudian diharapkan menjadi modal para santri menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif. 

Sandiaga berharap program ini bisa membuat santri terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam mendukung proses pembuatan ide-ide kreatif. Disamping menghapus anggapan santri yang hanya terkukung dengan pelajaran agama saja. 

Lebih lanjut, Sandiaga juga menyampaikan, Kemenparekraf terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan resiliensi daya usaha. Hal itu dilakukan dengan menerapkan prinsip 3C: Commitment, Competence, dan Champion. 

“Bergerak cepat saja tidak cukup, kita harus bergerak bersama-sama dan garap semua potensi bisnis yang ada untuk ciptakan lapangan kerja baru. Lewat ide-ide yang inovatif dan kreatif, kita dapat kembali bangkit dan memajukan perekonomian Indonesia,” harap Sandiaga. 

Berdasarkan data, Sandiaga menyampaikan industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp85 triliun pada paruh pertama pada 2020, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp70 triliun.

Menurutnya, kehadiran program edukasi kewirausahaan seperti Santri Digitalpreneur Indonesia akan semakin mendorong pemulihan ekonomi di tanah air, selain lewat bantuan insentif pemerintah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00