LPDB ‘Jemput Bola’ Calon Mitra Koperasi ke Banyumas

KBRN, Banyumas: Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menggelar acara "Sosialisasi Penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM dalam rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Jawa Tengah" di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (24/11).

Adapun sosialisasi dan bimtek penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM ini merupakan upaya "jemput bola" LPDB-KUMKM dalam menjaring koperasi-koperasi potensial di wilayah Jawa Tengah khususnya di Banyumas yang harapannya ke depan dapat mengakses permodalan ke LPDB-KUMKM. 

Kepala Divisi Umum LPDB-KUMKM Saefudin menjelaskan, dilaksanakannya acara ini guna mendukung perekonomian Jawa Tengah khususnya Kabupaten Banyumas. Dengan ini pihaknya menghadirkan 150 peserta yang terdiri dari pelaku usaha khususnya koperasi dan UMKM, lembaga penjamin, dan buyer sebagai offtaker, serta Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas.

Adapun untuk lembaga penjamin yang dihadirkan yakni PT Jamkrida Jawa Tengah, dan PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah.

"Kemudian, perusahaan-perusahaan offtaker seperti Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan CV Fiona Benih Mandiri," ujar Saefudin di Acara Sosialisasi dan Bimtek Penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (24/11).

Perluasan Akses Pembiayaan

Dengan dilaksanakannya acara sosialisasi dan bimbingan teknis penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Banyumas ini, merupakan upaya untuk mempertemukan para mitra koperasi potensial dengan LPDB-KUMKM, lembaga penjamin, dan perusahaan offtaker.

"Kami terus melakukan upaya jemput bola dalam mempertemukan para mitra koperasi potensial dengan LPDB-KUMKM agar mendapat kemudahan informasi seputar akses permodalan/pembiayaan," tambahnya.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, LPDB-KUMKM juga bekerja sama dengan lembaga penjamin untuk bantuan dari sisi jaminan pembiayaan. "Kemudian juga kehadiran para offtaker juga untuk memudahkan para produsen seperti petani, pelaku UMKM, dan pelaku usaha untuk dengan mudah memasarkan produknya, mereka fokus pada produksi, akses pembiayaan dan pemasaran kami bantu," terang Saefudin. 

Sebab, beberapa offtaker yang dihadirkan merupakan perusahaan-perusahaan offtaker yang dapat menyerap produk hasil pertanian dari para anggota koperasi maupun pelaku UMKM. "Jadi semua lengkap saya hadirkan, dari hulu sampai ke hilir, harapannya memberikan dampak positif terhadap perekonomian wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Banyumas," tegas Saefudin.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, koperasi dan UKM mengalami tekanan besar akibat terjangan pandemi Covid-19, dengan hadirnya LPDB-KUMKM di tengah-tengah para pelaku usaha khususnya mitra koperasi diharapkan dapat mendorong koperasi dan UMKM dapat lebih maju dan berkembang melalui akses permodalan dari LPDB-KUMKM. 

"Dengan koperasi sehat secara tata kelola dan bisnis, maka akan memberikan dampak pada pelayanan kepada anggota yang optimal, mulai dari permodalan kepada pelaku UMKM, hingga bisa menjadi wadah pendamping UMKM, dan dapat menyerap hasil produksi para petani, dan UMKM," papar Saefudin.

LPDB-KUMKM terus melaksanakan sosialisasi dan bimtek di berbagai daerah dengan tujuan memberikan kemudahan kepada koperasi untuk mengakses pembiayaan dana bergulir dari LPDB-KUMKM yang mudah, murah, dan cepat.

"Sebagai bagian dari pemerintah, kami terus hadir melayani gerakan koperasi di seluruh Indonesia, meski menghadapi tantangan pandemi Covid-19, kami terus terdepan memberikan layanan pinjaman dan pembiayaan agar ekonomi terus tumbuh dan bergerak," pungkasnya.

Sementara itu, tercatat hingga 23 November 2021, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,308 triliun kepada 165 mitra sepanjang tahun 2021. Dengan rincian, melalui penyaluran pola konvensional sebesar Rp671miliar kepada 105 mitra, dan melalui penyaluran pola syariah sebesar Rp636 miliar kepada 60 mitra.

Sedangkan, khusus di Kabupaten Banyumas, LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan dengan total sebesar Rp26,5 miliar kepada 15 koperasi dan 43 UMKM pada periode 2008 hingga 2021, dengan rincian melalui penyaluran pola konvensional sebesar Rp25 miliar, dan melalui penyaluran pola syariah sebesar Rp1,5 miliar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00