11.11 Ditetapkan Sebagai Hari Fintech Nasional

Ilustrasi Fintech. Dok: edgeverve.com

KBRN, Jakarta : Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) akan menggelar Bulan Fintech Nasional (BFN), mulai 11 November – 12 Desember 2021, dan akan menetapkan tanggal 11 November atau 11.11 sebagai Hari Fintech Nasional.

“Bulan Fintech Nasional adalah kegiatan untuk meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat, serta membangun ekosistem layanan keuangan digital yang sehat dan aman,” kata Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir dalam keterangannya, Senin (8/11/2021).

Dalam penyelenggaraan BFN, AFTECH berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Maskum mengataka, perkembangan fintech sangat membantu upaya meningkatkan inklisi keuangan di masyarakat. “Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan sangat berkepentingan untuk meningkatkan perlindungan konsumen, terutama keamanan data pribadi. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan fintech denga aman,” ujar Maskum.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia Retno Ponco Windarti. Menurutnya, perkembangan keuangan digital mendorong munculnya inovasi dan meningkatkan efisiensi, tapi juga menimbulkan risiko yang harus terus dimitigasi.

“Bank Indonesia menjunjung tinggi faktor keamanan dalam ekosistem ekonomi digital. Untuk itu, BI telah menyiapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, yang antara lain mengatur integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional, serta menjamin keseimbangan antara laju inovasi dengan perlindungan konsumen, serta mengatur persaingan usaha yang sehat,” jelas Retno.

Berdasarkan data AFTECH, sampai saat ini sudah lebih dari 65 perusahaan fintech yang akan ikut serta dalam kegiatan BFN. Kegiatan ini terbuka untuk umum, termasuk UMKM, dan akan diisi dengan acara webminar, virtual job fair dengan lebih dari 200 lowongan pekerjaan, dan puncaknya akan ditutup dengan acara The 3rd Indonesia Fintech Summit bertema “Fintech untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi: Kolaborasi dalam Menyeimbangkan Tata Kelola dan Inovasi”

Dalam kegiatan BFN masyarakat juga dapat mencari informasi seputar fintech syariah. “Harapannya, BFN akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan Fintech Syariah,” tukas Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya.

Fintech syariah di Indonesia, tambah Ronald, menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Ia mengutip data OJK terkait pembiayaan  Fintech syariah yang  menunjukkan tingkat pengembalian yang sangat baik dan 80% digunakan untuk pembiayaan produktif.

Fintech di Indonesia  terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya ekonomi digital di Indonesia. Nilai transaksi fintech mencapai Rp 19,2 triliun di sepanjang 2021. Sementara jumlah pengguna uang digital atau e-money di Indonesia mencapai 500 juta orang atau dua kali lipat dari jumlah penduduk.

Dari sisi teknologi yang dimanfaatkan end user, fintech juga mendukung ekosistem UMKM. Hingga November 2021, lebih dari 12 juta merchant yang didominasi UMKM telah terhubung dengan layanan barcode QRIS. Per 25 Oktober 2021. Selain itu ada  101 fintech lending yang berizin dan tiga fintech lending yang berstatus terdaftar di OJK.

Dari sisi akumulasi penyaluran dana, per September 2021 mencapai Rp262,93 triliun atau meningkat 104,30 persen (yoy), sedangkan outstanding pinjaman sebesar Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,18 persen (yoy).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00