FOKUS: #PPKM MIKRO

Pemerintah Optimalkan Anggaran PC-PEN 2021

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam evaluasi Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). (Dok. Kemenko Perekonomian RI)

KBRN, Jakarta:  Pemerintah akan memanfaatkan waktu yang tersisa dua bulan lagi hingga akhir tahun ini, untuk memaksimalkan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Pemerintah Indonesia menggunakan strategi mengutamakan keseimbangan antara kehidupan dan penghidupan dalam penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional. Di bawah kendali Presiden Joko Widodo, kombinasi 'rem dan gas' dipilih sebagai langkah untuk keseimbangan itu," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam evaluasi Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), seperti dikutip RRI.co.id, Selasa ( 26/10/2021).

Menurut Menko Perekonomian, Indonesia telah memilih pendekatan berani mengambil risiko namun tetap terukur dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Sampai bulan Oktober ini, dari total anggaran PC-PEN sebesar Rp744,7 triliun, sudah terealisasi sebesar  Rp433,91 triliun rupiah atau 58,3% dari pagu anggaran.

Dalam PEN tahun 2021, kebijakan anggaran lebih fleksibel menyesuaikan dengan dinamika pandemi yang berubah sedemikian cepat.

“Pemerintah melakukan evaluasi atas program-program PEN, termasuk optimalisasi anggaran antar klaster PEN. Optimalisasi dilakukan atas program yang diproyeksikan tidak terserap 100%, untuk selanjutnya dipetakan dan direalokasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggaran PEN,” ujar Menko Airlangga.

Sejumlah evaluasi dan usulan optimalisasi dana PEN Tahun 2021, salah satunya terkait dengan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2021, dimana terdapat sisa dana BSU 2021 sebanyak Rp1,7 Triliun yang akan dioptimalkan penggunaannya untuk perluasan cakupan wilayah penerima manfaat BSU 2021, sebagaimana usulan dari Menteri Ketenagakerjaan kepada Komite PC-PEN. 

Cakupan wilayahnya terutama ke 33 kabupaten/kota yang masuk katagori termiskin.

Selain itu, dari hasil evaluasi diputuskan untuk merealokasi Perlinsos untuk Program Top-Up Kartu Sembako dan BLT Desa dalam rangka Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 2021.

Untuk Penambahan/ top-up Kartu Sembako, nilai bantuan dan durasi menyesuaikan dengan sisa re-alokasi Perlinsos lainnya antara lain KPM Sembako dan cadangan Perlinsos, dimana Kemenkeu tengah menghitung ketersediaan anggarannya.

]Penambahan/ top-up bantuan Kartu Sembako dan  BLT Desa sebesar Rp300.000 untuk durasi 3 bulan ( sampai Des 2021), pada 35 Kabupaten Prioritas Program pengentasan kemiskinan ekstrim.

Pada kesempatan yang sama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara rinci menyampaikan realisasi PEN per 22 Oktober 2021:

- Realisasi klaster Kesehatan sebesar Rp116,82 triliun (54,3%);

- Realisasi klaster Perlinsos sebesar Rp125,10 triliun (67%);

- Realisasi klaster Program Prioritas sebesar Rp68,07 triliun (57,7%);

- Realisasi klaster Dukungan UMKM & Korporasi sebesar Rp63,20 triliun (38,9%); dan

- Realisasi klaster Insentif Usaha sebesar Rp60,73 triliun (96,7%).  

"Kita akan terus menjaga realisasi anggarab PEN secara efisien dan dipakai betul-betul untuk mendorong pemulihan ekonomi. Mungkin akan terjadi pergeseran utamanya untuk mengatasi kemiskinan ekstrim," pungkas Suahasil. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00