Tips Sandiaga Agar Produk Ekraf Tembus Pasar Dunia

Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno. (Istimewa).jpeg

KBRN, Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan tips dan trik agar produk pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dapat menembus pasar dunia.

Setidaknya, ada tiga kunci yang dibeberkan Sandiaga.

"Jadi menurut saya, pelaku ekonomi kreatif harus memiliki kreatifitas, konsistensi dan komitmen," ungkapnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip RRI.co.id, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Sansiaga mengatakan, produk yang akan ditawarkan ke konsumen harus memiliki daya kreatifitas dan menarik, kemudian yang paling penting adalah konsistensi baik dalam tampilan maupun rasa.

"Saya contohkan Rumba Kopi, rasanya enak sekali tapi ada yang sedikit salah, di mereknya tertulis 'kopi shop', seharusnya tulisannya tetap 'Rumba Kopi'. Konsistensi ini emang sulit," katanya.

Kunci ketiga agar produk daerah dapat menembus pasar dunia yakni adanya komitmen dari seluruh pemangku kepentingan terkait. Apalagi, lanjut Sandiaga, Provinsi Lampung terkenal dengan kopi robustanya sehingga baik pemerintah pusat atau daerah harus memiliki komitmen kuat untuk memajukannya.

"Jadi komitmen itu bukan dari pengusahanya saja tapi dari pemerintah juga, baik yang ada di pusat ataupun di daerah untuk menjadikan robusta Lampung jadi nomor satu di dunia," ujarnya.

Selain itu, Sandiaga juga meminta kepada pelaku usaha untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk baru yang lebih bagus dari yang ada sekarang dengan mengikuti zaman kekinian, serta berani mengambil resiko.

"Kita juga tidak boleh berhenti bergerak. Pelaku usaha ekraf harus terus proaktif, serta dapat memanfaatkan digitalisasi," ungkapnya.

Menurut Sandiaga, setelah melihat-lihat produk yang ditampilkan pada Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021, barang-barang hasil pelaku ekraf bagus-bagus dan tidak kalah bersaing serta siap menuju global pada era digitalisasi.

“Kita pastikan bahwa pada Indonesia emas pada tahun 2045, produk-produk asli daerah harus menjadi tuan rumahnya sendiri," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00