FOKUS: #PPKM MIKRO

Transaksi e-Commerce Indonesia Lampaui Rp266 Triliun

Perajin ketapel mengecek produknya pada aplikasi perdagangan elektronik (e-commerce) di Little Margo Catapult, Depok, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif pelaku usaha berbasis digitalisasi di Jawa Barat mengalami pertumbuhan 40 persen di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

KBRN, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkomitmen untuk mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dapat mengaplikasikan teknologi digital termasuk dalam aspek pemasaran. 

Oleh karena itu, pada tahun 2017, Kemenperin meluncurkan program e-Smart IKM.

Terlebih berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp266,3 triliun. 

Plt. Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita menyampaikan, pihaknya melihat adanya peluang ekonomi digital Indonesia yang begitu luar biasa.

“Program ini diharapkan agar produk-produk IKM nasional memiliki kualitas yang bisa berdaya saing global, dengan memanfaatkan platform digital yang ada seperti e-commerce, website dan media social,” tutur Reni dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id, Minggu (24/10/2021). 

Sejak tahun 2020, pelaksanaan program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. 

Gernas BBI merupakan sebuah gerakan nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri/produk dalam negeri. 

“Selain itu, kampanye Gernas BBI yang intens dilakukan pemerintah juga bertujuan meningkatkan UMKM/IKM onboarding di plaform digital, dengan target sebanyak 30 juta UMKM/IKM onboarding pada tahun 2023,” ungkapnya. 

Reni menambahkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai program dalam mendukung Gernas BBI, di antaranya pelaksanaan webinar series bersama marketplace Indonesia dan puncaknya pada Festival Joglosemar pada bulan Mei 2021.

Sebagai kelanjutan program pembinaan dari Gernas BBI,Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan Workshope-Smart IKM bagi sentra IKM di Kota Malang. 

‘’Sebagai tindak lanjut program e-Smart IKM ini, ke depannya kepada para IKM yang aktif dan lolos kurasi akan dipilih untuk mengikuti sustainable program dari Ditjen IKMA, antara lainpendampingan digital marketing, manajemen usaha, dan fasilitasi membership di e-commerce global dalam program IKM Go Global,” paparnya. 

Reni mengajak pemerintah daerah dan kolaborator untuk dapat meneruskan pembinaan kepada para IKM, sehingga mereka mendapat akses untuk terus berkembang dalam rangka meningkatkan daya saing industri demi masa depan Indonesia yang lebih baik. 

“Apresiasi yang sebesar-besarnyakepada marketplace yang bersedia berkolaborasi bersama kami dalam upaya edukasi kepada IKM. Sudah saatnya marketplace di Indonesia dibanjiri oleh produk lokal,” tandasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00