Perikanan Budidaya Didorong Berkontribusi Terhadap Peningkatan Ekonomi

Foto: Dok. KKP

KBRN, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku usaha budidaya. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengungkapkan, bahwa perikanan budidaya siap untuk memberikan kontribusi ke semua sektor yang dapat mendorong perputaran ekonomi, salah satunya ialah pariwisata.  

"KKP berusaha untuk memberikan kontribusi dengan sumber daya yang dimiliki yaitu dengan melakukan penebaran jenis ikan lokal seperti nilem dan tawes agar dapat tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa," jelas pria karib disapa Tebe, Minggu (24/10/2021). 

Tebe juga menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk dapat bekerjasama dalam melakukan bimbingan teknis dalam pemanfaatan sumber air untuk membudidayakan ikan dengan baik dan benar. 

"Intinya kami akan berusaha dapat masuk ke semua sektor supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya," ujarnya. 

Sebelumnya dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 tahun KKP yang jatuh pada 26 Oktober 2021, KKP melakukan penebaran 100 ribu benih ikan tawes dan nilem di Situ Lebak Wangi Parung. 

Benih ikan yang ditebar merupakan hasil produksi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Sepanjang tahun 2021, BBPBAT Sukabumi telah berhasil memproduksi 2,4 juta ekor benih ikan Nilem dan 360 ribu ekor yang sebagian besar digunakan untuk kegiatan restocking di perairan umum. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak warga dan pengunjung untuk bersama-sama pengelola dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem Situ Lebak Wangi. Ekosistem perikanan yang sehat menurutnya tidak hanya mendukung kegiatan wisata, tapi juga ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar. 

Situ Lebak Wangi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya perikanan air tawar. Namun dia mengimbau, aktivitas budidaya harus sesuai dengan aturan sehingga tidak mencemari lingkungan situ. 

"Kalau dimaksimalkan bisa menghasilkan perputaran ekonomi tinggi. Kita bisa suplai untuk kebutuhan konsumsi masyarakat juga. Yang penting jangan sampai rusak, jangan buang sampah di sini," imbaunya. 

Seperti diketahui, restocking merupakan agenda rutin KKP  selain untuk menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat perairan umum, kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi perairan umum sebagai ekosistem yang seimbang untuk pendapatan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00