Ekonomi Digital, Potensi Besar Kontribusi Minim

KBRN, Jakarta: Ekonomi digital menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang penting di masa mendatang. Karena ekonomi digital sudah mencakup kegiatan ekonomi yang luas bukan hanya di sektor perdagangan (e-commerce), tapi juga sektor keuangan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.

Indonesia, negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digitalnya.

"Saat ini ada 197 juta penduduk Indonesia yang memiliki akses ke internet. Angka ini diperkirakan bertambah menjadi 250 juta orang pada tahun 2050. Sehingga potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dan jauh melebihi negara lainnya di kawasan Asean," kata Mendag dalam acara Gambir Talk 'Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia', Selasa ( 12/10/2021 ).

Menurutnya, hingga tahun 2020, ekonomi digital baru berkontribusi sebesar 4 persen terhadap GDP Indonesia. Namun di tahun 2030, GDP Indonesia diperkirakan tumbuh 1,5 kali lipat dari  Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun.

"Ekonomi digital Indonesia juga diyakini akan tumbuh sekitar 8 kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun. Dan sektor perdagangan elektronik atau e-commerce diperkirakan masih akan mendominasi peta ekonomi digital di Indonesia di tahun 2030. Dengan kontribusi mencapai Rp 1.908 triliun, atau sekitar 33 hingga 34 persen dari ekonomi digital," papar Mendag.

Kontribusi ekonomi digital lainnya, menurut Mendag, akan bersumber dari skema business to business termasuk supply chain dan logistik sebesar Rp763 triliun atau 13 persen, online travel sebesar Rp 575 triliun atau 10 persen, dan corporate services sebesar Rp 529 triliun atau setara dengan 9 persen dari total ekonomi digital.

"Karenanya transformasi dan akselerasi ekonomi digital adalah prioritas pemerintah saat ini. Untuk pemerintah sedang dalam proses mengembangkan cetak biru ekonomi digital Indonesia dengan fokus utama pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur, serta inovasi dan reformasi kebijakannya," jelas Mendag.

Indonesia saat ini, lanjut Mendag, menempati peringkat ke-56 dari 63 negara dalam ranking daya saing digital dunia. Untuk meningkatkan peringkat Indonesia, talenta-talenta di bidang digital harus terus ditambah, baik dari instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

"Talenta yang memiliki ketrampilan dan kemampuan di era digital, akan mendorong inovasi dan menyiapkan jalan Indonesia menuju sistem ekonomi digital yang produktif di masa depan," pungkas Mendag.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00