Kejar Harta Negara, Satgas BLBI Sita Aset

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers bersama Ketua Tim Pengarah Satgas BLBI yang juga Menkopolhukam Mahfud MD, Selasa ( 21/9/2021).jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) telah memanggil 24 obligor dan debitur yang memiliki hutang BLBI pada negara.

"Obligor adalah pemilik bank yang banknya mendapatkan dana BLBI, sementara debitur adalah orang atau perusahaan yang mendapatkan pinjaman dari Bank yang menerima dana BLBI ketika itu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers bersama Ketua Tim Pengarah Satgas BLBI yang juga Menkopolhukam Mahfud MD, Selasa ( 21/9/2021).

Menurut Menkeu, dari 24 debitur dan obligor yang dipanggil hasilnya ada lima kelompok. Kelompok pertama, hadir dan mengakui memiliki utang, kemudian menyusun rencana penyelesaian utang. 

Kelompok kedua, hadir baik yang bersangkutan langsung atau yang mewakili mereka, juga mengakui punya utang, dan mengajukan rencana penyesaian utang tapi dinilai tidak realistis dan ditolak .

Kelompok ketiga hadir tapi tidak mengakui punya utang pada negara. Kelompok keempat, tidak hadir tapi menyampaikan surat dan berjanni akan menyelesaikan kewajibannya. Kelompok kelima sama sekali tidak hadir.

"Tim Satgas BLBI akan terus melakukan langkah dan tindakan pada para obligor dan debitur, sesuai hukum yang ada agar mereka menyelesaikan kewajibannya pada negara," tegas Sri Mulyani.

Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan juga menyampaikan hasil penyitaan terhadap aset Kaharudin Ongko, salah satu obligor BLBI pemilik PT Bank Umum Nasional, senilai Rp7.83 triliun.

"Pada tanggal 20 September 2021, Satgas BLBI  telah menyita sejumlah aset dan mencairkan harta yang bersangkutan, berupaakun di salah satu bank swasta nasional seniai Rp664 juta. Selain itu juga aset dalam bentuk mata uang dolar senilai USD  7.637. 605 atau setara Rp109,5 miliar. Semua dana sitaan tersebut telah masuk dalam rekening kas negara kemarin sore," jelas Menkeu.

Selain pencairan aset berupa dana, hari ini Satgas juga akan  mengeksekusi barang yang dijadikan jaminan oleh obligor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00