Teh Daun Kelor NTB Tembus Pasar Eropa

KBRN, Mataram: Mengantongi legalitas yang kuat sebagai produk dengan pengakuan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta tercatat sebagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), membawa Teh Daun Kelor produksi CV Tri Utami Jaya Nusa Tenggara Barat sampai ke Swedia. Sampainya The Kidom ke Swedia bukan tanpa bantuan, karena sebelumnya mendapat atensi dari Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Latvia ketika berkunjung ke salah satu toko di Kota Stockholm dan mempromosikan produk The adaun Kelor atau The Kidom. 

Pemilik merek dagang Kidom dan pemilik CV Tri Utami Jaya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nasrin mengatakan, selain POM dan HaKI, perusahaan sudah memiliki catatan uji umum simpan, antioksidan, nutrisi, komposisi yang telah berbahasa Inggris.

“Sebanyak 1.500 pak sudah diimpor oleh bantuan perantau Indonesia di sana (Swedia),” kata Nasrin kepada rri.co.id di Mataram, Selasa (21/9/2021). 

Nasrin mengaku sangat terbantu dengan upaya-upaya para diaspora atau perantau dari Indonesia di Eropa. Sebelum ke Swedia, Kidom lebih dulu dipromosikan ke Istambul, Turki. Dan, yang terbaru oleh Dubes RI di Madagaskar. 

Keunggulan teh daun kelor di luar negeri karena masyarakat global mengakui bila letusan Gunung Rinjani dan Gunung Tambora telah melontarkan mineral ke hampir seluruh hamparan perkebunan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Material letusan kemudian menciptakan unsur hara yang sangat berguna bagi pertanian.  

Selain itu, dunia mengakui tak ada kontaminasi kelor atas pupuk kimia. Begitu pun tak ada kontaminasi polusi di tanaman kelor. Suhu tropis Sumbawa dan Lombok pun sangat mendukung fotosintesis tanaman kelor. Sehingga fakta itu menggambarkan satu kesadaran masyarakat Eropa terhadap apa yang disebut dengan super food atau makanan super berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, kelor dinyatakan badan PBB urusan kesehatan WHO sebagai tanaman ajaib. 

Nasrin menyatakan bahwa ke depan pihaknya akan mengurus sertifikasi internasional yang mengarah pada standar organil masyarakat Eropa. Kepercaayaan itu akan menghasilkan devisa lebih banyak lagi, penambahan pekerja, dan kelestarian alam.

“Di Lombok Utara saat ini sudah ada kebun bibit kelor bersertifikat. Kebun kelor ini satu-satunya kebun yang memiliki sertifikat dari Kementerian Pertanian. Diakui mulai dari proses tanam hingga panen. Maka, saya ingin ciptakan produk terbaik,” sebut Nasrin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00