Setengah Perusahaan di Tangsel Langgar UMK

Ilustrasi

KBRN, Tangerang Selatan: Sekitar 50 persen lebih perusahaan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak mampu membayar upah tenaga kerjanya sesuai UMK sebesar Rp4,2 juta. 

Pelaku usaha itu  didominasi UMKM dan perusahaan pribadi atau usaha perorangan. 

"UMK kita masih Rp4,2 juta. Banyak yang enggak kuat bayar sesuai UMK. Itu kuncinya serikat dan perusahaan, kalau mereka sepakat ya mau diapain?," ungkap Sukamta, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel kepada rri.co.id, Senin (20/9/2021). 

Sukanta menuturkan, instansinya tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, sampai melakukan intervensi kepada pihak perusahaan agar membayarkan gaji pekerjanya sesuai UMK. 

"Dari pada mereka tutup, malah makin banyak pengangguran. Kalau perusahaan yang berbadan hukum, lebih dari 50% sesuai UMK, tapi di kita banyak UMKM dan perorangan. Mereka rata-rata tidak UMK," tuturnya. 

Dalam menjaga hubungan industrial, Sukanta melanjutkan, yang terpenting adalah ada kesepakatan antara pekerja dengan perusahaan. Sehingga, roda ekonomi bisa terus berjalan. 

"Kalau saya prinsipnya sepakat, kalau kita intervensi bisa tutup. Katakan sekarang UMK Rp4,2 juta, dan pembahasan UMK pasti naik setiap tahunnya. Misal sekarang dia Rp3 juta, kalau naik ya ikut naik," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00