FOKUS: #PPKM MIKRO

Harga Jual Alpukat Gayo Terjun Bebas

Alpukat Gayo sedang mengalami masa buruk penurunan harga terendah di tingkat petani (Dok. RRI)

KBRN, Redelong: Harga jual  buah alpukat sudah dua pekan ini terjun bebas alias mengalami penurunan di Kabupaten Bener Meriah.

Penurunan itu, salah satunya disebabkan faktor cuaca (hujan).

Selain kopi, petani di Kabupaten berhawa sejuk itu juga menanam pohon alpukat.

Namun rupanya keinginan mereka mendapatkan penghasilan dari alpukat gayo yang minimal mendekati atau dapat setara dengan kopi, harus tertunda karena tiga hari ini penurunan harga cukup drastis, terjun di angka Rp1.500 per kilogram.

Ramadhan, salah seorang petani kopi dan alpukat saat dikonfirmasi RRI mengatakan, dua pekan kemarin, harga alpukat masih Rp2.500 per kilogram.

“Itu pun banyak toke yang tidak berani membeli, alasan mereka barang macet,” ucapnya kepada RRI.co.id di Bener Meriah, Minggu (19/9/2021).

Hal senada diutarakan Pahri, salah seorang pengepul yang ada di Kecamatan Wih Pesam.

Dirinya menyebutkan, permintaan dalam satu bulan ini mengalami penurunan, sehingga ia sementara ini hanya memenuhi pasar lokal saja.

“Untuk saat ini, pembelian kami stop karena barang di gudang masih banyak, permintaan buah sedikit, kami hanya menjual dalam provinsi. Harga beli dari petani untuk saat ini Rp1.500 per kilogram,” kata Pahri, Minggu (19/9/2021).

Manfaat buah alpukat untuk kesehatan tidak perlu diragukan lagi.

Buah hijau ini mengandung lemak tak jenuh tunggal, juga mengandung karbohidrat serat dan protein sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Selain itu, alpukat juga mengandung bermacam vitamin, di antaranya vitamin A, B, C, E dan vitamin K. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00