FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Tumbuh Tujuh Persen, Golkar: Indonesia Keluar Resesi

KBRN, Jakarta: DPP Partai Golkar mengapresiasi kinerja pemerintah dalam usaha keluar dari resesi ekonomi pada saat pandemi Covid.

Menurut Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, saat ini khususnya triwulan kedua tahun 2021 ekonomi Indonesia membaik, terbukti dari diberlakukannya kebijakan PPKM oleh pemerintah sebagai langkah paling optimal dalam upaya menyeimbangkan aspek kehidupan dan penghidupan (life and livelihood).

"Kerja bersama antara pemerintah dan dukungan dari Fraksi Partai Golkar di DPR atas kebijakan-kebijakan perekonomian menunjukkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi Indonesia," kata Dito yang juga sebagai bendahara umum partai Golkar dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (5/7/2021).

Sementara Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan meski kasus Covid-19 mengalami peningkatan belakangan ini, aktivitas ekonomi pada kuartal kedua relatif cukup kuat. Beberapa faktor pendorongnya yaitu stimulus pemerintah, momentum Ramadan juga Idulfitri dan taatnya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan juga ikut dalam vaksinasi nasional.

"Kita patut bahagia karena ketatnya masyarakat menjalankan prokes dan maunya masyarakat vaksin akhirnya ekonomi bisa meningkat dan kami mengapresiasi itu dalam kepemimpinan pak Jokowi dan ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bapak Airlangga Hartarto," kata Misbakhun.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) pada triwulan II-2021, dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta hari ini mengatakan pertumbuhan ekonomi ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah yang gencar dalam menjalankan program vaksinasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Tak hanya itu, pertumbuhan juga dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi global terutama beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia di bidang ekspor seperti China tumbuh 7,9 persen, Singapura 14,3 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Vietnam 6,6 persen.

Sebelumnya, BPS mencatat terjadi kontraksi dalam perekonomian Indonesia pada triwulan I-2021 yaitu minus 0,74 persen sehingga secara kuartal (qtq) ekonomi naik sebesar 3,31 persen pada triwulan II-2021.

Pencatatan di zona positif ini merupakan yang pertama kalinya sejak ekonomi Indonesia terkontraksi pada triwulan II-2020 yakni hingga mencapai 5,32 persen.

Ekonomi mulai terkontraksi sebagai akibat dari berbagai kebijakan pemerintah di awal pandemi COVID-19 yang salah satunya berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00