Menkeu: Indonesia Siap Terapkan Tarif Emisi Karbon

KBRN, Jakarta : Indonesia berkomitmen untuk menjadi negara dengan emisi karbon rendah.  Komitmen tersebut berkaitan dengan peran serta Indonesia untuk menghadapi ancaman perubahan iklim.

"Karena dampak perubahan iklim bisa menimbulkan bencana kemanusiaan dan ekonomi, seperti yang ditimbulkan oleh pandemi Covid 19 sekarang ini," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam ''ESG Capital Market Exhibition and Showcase 2021' yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Menurut Menkeu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menuju ekonomi rendah karbon.  Salah satunya yang sedang dikaji saat ini adalah rencana penerapan tarif atas emisi karbon atau Carbon Pricing. Menurut Menkeu mekanisme market dari karbon ini juga masih terus dibahas di level global.

"Indonesia tidak dalam posisi defensif. Kita justru aktif untuk membangun mekanisme di dalam negeri  dan menyiapkan seluruh pihak termasuk para corporate di Indonesia. Sehingga nanti apabila rezim global berubah, saya berharap banyak perusahaan di Indonesia yang dapat mengambil manfaat dari perdagangan karbon global dan Carbon Pricing yang terjadi," papar Sri Mulyani 

Dalam hal ini , sambung Menkeu,  measuring ( penghitungan ), reporting (laporan) dan verification ( verifikasi ) atau MRV  menjadi penting untuk bisa mengukur penurunan emisi karbon dengan kredibel. Selanjutnya akan dibuat apa yang disebut skenario business as usual atau base-line versus keinginan yang lebih ambisius, yang nantinya akan diterjemahkan dalam bentuk berapa emisi karbon yang bisa diserap dan bagaimana kompensasinya.

Seperti diketahui, Indonesia menargetkan pengurangan emisi karbon 29 persen tanpa dukungan internasional dan 41 persen dengan dukungan internasional Hingga tahun 2030.

"Ini adalah pekerjaan besar dari sisi regulasi, institusi, dan dibutuhkan partisipasi semua pihak. Kordinasi dan komunikasi juga harus dilakukan antara pemerintah pusat dengan daerah, termasuk dengan pihak swasta dan pengelola pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia," pungkas Menkeu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00