Menkeu: Covid-19 Meningkat, Imbasnya ke Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: Meningkatnya kasus positif Covid-19 dalam sepekan belakangan ini, dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2021.

Terlebih, peningkatan kasus Covid-19 kini bergeser ke Pulau Jawa sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional.

"Peningkatan kasus Covid 19 akan menjadi perhatian kami dalam minggu-minggu ini, karena kalau Covidnya tak terkendali kita tidak bisa melakukan kegiatan apapun, termasuk kegiatan ekonomi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Selasa (22/6/2021).

Seperti diketahui, untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 pemerintah kembali memperpanjang PPKM mikro hingga awal Juli mendatang. Pemberlakuan PPKM mikro kali ini, akan mengurangi mobilitas dan aktivitas ekonomi yang semula sudah sudah nyaris normal kembali. 

"Menjelang akhir kuartal II fase pemulihan ekonomi masih berlanjut. Pada bulan kemarin kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 7.1 hingga 8.3 persen. Tapi dengan meningkatnya kasus Covid-19 proyeksi upper-end nya kemungkinan akan lebih rendah," tukas Menkeu.

Pengendalian Covid-19, penerapan protokol yang ketat dan percepatan vaksinasi, lanjut Menkeu, tetap menjadi penopang utama pemulihan ekonomi.

"Sekarang ini sudah ada 35.2 juta penduduk yang divaksinasi. Penambahannya  mencapai 507 orang per Minggu. Bapak Presiden ( Jokowi-red) menginginkan vaksinasi menjangkau 1 juta orang per hari. Impor vaksin yang kita lakukan diharapkan dapat merealisasikan harapan itu," pungkas Menkeu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00