Jepang, Pasar Potensial Produk Pangan Indonesia

KBRN, Jakarta :  Tempe berpotensi menjadi primadona baru ekspor Indonesia. Karenanya perlu strategi promosi dan pemasaran yang tepat agar produk tempe Indonesia makin mendunia.

“Kehadiran tempe asli Indonesia diharapkan menjadi primadona baru bagi masyarakat Jepang melalui promosi yang tepat sasaran,” ujar Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Hari Widodo, Jumat (18/6/2021), menanggapi ekspor perdan tempe Indonesia ke Jepang.

Menurutnya, kegiatan ekspor tempe ini akan berkontribusi terhadap pertumbuhan dan peningkatan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19.

Ia mengajak pelaku UKM Indonesia untuk terus bekerja sama meningkatkan kinerja ekspor produk pangan Indonesia ke pasar potensial yang bernilai tambah tinggi.

Saat ini, menurut data Kementerian Perdagangan total perdagangan Indonesia-Jepang pada periode Januari—April 2021 sebesar USD 9,84 miliar atau meningkat 1,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Jepang sebesar USD 5,47 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Jepang sebesar USD 4,37 miliar. Sementara itu, tahun 2020, total perdagangan Indonesia-Jepang sebesar USD 24,33 miliar. Nilai ini terdiri dari ekspor sebesar USD 13,66 miliar dan impor sebesar USD 10,67 miliar.

Sementara itu, pada 2020, ekspor produk pangan Indonesia ke pasar Jepang sebesar USD 19,1 juta atau tumbuh 16 persen dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan yang pesat ini harus terus ditingkatkan sejalan dengan tren pasar Jepang yang mulai melirik produk berkualitas di luar Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menambahkan,  pasar impor produk pangan Jepang harus terus didorong untuk meningkatkan pangsa pasar produk pangan Indonesia yang baru mencapai 1,3 persen dari keseluruhan pangsa produk pangan impor di Jepang.

“Konsumen Jepang juga suka mencoba berbagai produk makanan baru, khususnya produk makanan yang sehat. Untuk itu, Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang yang terbuka lebar ini,” tandas Didi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00