FOKUS: #PPKM MIKRO

Stok dan Harga Pangan di Jakarta Normal

Minyak Goreng, salah satu jenis sembilan bahan pokok yang dicari masyarakat (Miechell/RRI)

KBRN, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok ketersediaan pasokan dan harga pangan nasional, termasuk di wilayah DKi Jakarta dalam kondisi normal.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Kementan, Risfaheri, memastikan, tiga hari jelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 H, kebutuhan pangan pokok terpantau aman dan terkendali. 

Namun begitu, Rasfaheri mengakui ada dinamika kenaikan harga sejumlah komoditas tertentu, tapi masih dalam batas kewajaran.

Selain daging sapi, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah dan cabai rawit, namun masih dalam kondisi yang wajar mengingat permintaan yang meningkat jelang Idul Fitri. 

“Kita pastikan ketersediaan 11 komoditas pangan dalam kondisi yang aman dan terkendali. Terkait (kenaikan) harga, memang ada dinamika untuk komoditas tertentu, namun masih dalam kondisi yang wajar mengingat momentum Lebaran yang akan segera tiba," kata Risfaheri dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id, Minggu (9/5/2021).

Ia juga menjelaskan terkait meningkatnya permintaan daging sapi menjelang Lebaran.

Kementan melalui importir/distributor daging sapi beku telah menyediakan stok dalam jumlah yang cukup di Pasar Mitra Tani/TTIC yang ada di Jakarta, Depok dan Bogor.

“Bahkan kami (Kementan) gencarkan juga penjualan daging sapi beku ke pusat pemukiman, rusun dan kelurahan, tentu dengan harga jauh lebih murah dibandingkan daging sapi segar," jelasnya.

“Walaupun demikian pasokan komoditas tersebut (daging sapi) dipastikan aman dan normal seperti hari biasanya tidak terkendala kegiatan penyekatan mudik,” terangnya. 

Menurutnya, harga beras, bawang merah, bawang putih, gula dan minyak goreng terpantau stabil.

Harga beras bahkan cenderung stabil tidak bergejolak selama 1 bulan ini dikarenakan stoknya yang berlimpah di pasaran.

Bawang merah yang sedang memasuki masa panen membuat harganya cenderung stabil di tengah permintaannya yang meningkat menjelang Idul Fitri.

“Bawang putih, gula dan minyak goreng yang stoknya melimpah di distributor menyebabkan harga 3 komoditas tersebut stabil," tambahnya. 

Terjadi penurunan harga di komoditas telur ayam ras yang turun menjadi Rp 23.000/kg. Penurunan harga telur terjadi sejalan dengan turunnya permintaan akan telur di akhir bulan Ramadhan. 

"Kementan melakukan berbagai upaya untuk memperlancar distribusi pangan, dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, antara lain melakukan koordinasi intensif dengan berbagai stakeholder dan menggencarkan gelar pangan murah oleh Pasar Mitra Tani di seluruh Indonesia," tegasnya. 

Upaya pemantauan ketersediaan dan stabilitasi harga pangan ini dilakukan sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, agar masyarakat bisa mengakses bahan pangan dengan mudah dengan harga wajar. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00