Hukuman Setimpal Pelaku Tindakan Amoral Herry Wirawan

Ilustrasi

KBRN, Jakarta: Bagi orang yang berakal sehat, pasti menghujat apa yang dilakukan pimpinan pondok pesantren di Bandung yang berbuat amoral terhadap para santriwatinya hingga 9 orang di antara mereka hamil dan melahirkan.

Warga masyarakat mendesak berbagai hukuman dijatuhkan kepada Herry Wirawan termasuk hukuman kebiri dan bahkan hukuman mati. Senada juga adalah PWNU Jawa Timur yang menyebut hukuman bagi Herry Wirawan menurut bahtsul masail PWNU Jatim adalah hukuman seberat-beratnya, seperti disampaikan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Abdus Salam Shohib Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menyebut tindakan Herry Wirawan biadab.

Desakan warga masyarakat ini wajar, karena perilaku Herry Wirawan alias HW selalu penuh pimpinan pondok pesantren bukan saja amoral terhadap para santriwatinya, tapi juga telah merusak nama pesantren dan bahkan secara tidak langsung menistakan agamanya, sebab aksi yang dilakukan berlindung di balik nama pesantren.

Dalam penelusuran situs pesantrenterbaik.com disebut bahwa nama pesantren tersebut adalah Manarul Huda Antapani disingkat Madani. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani pun sudah mencabut izin operasional pesantren tersebut. Namun sayangnya untuk tuntutan peraturan yang digunakan adalah UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Plt Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Riyono, maksimal hukumannya 20 tahun penjara. Kalau itu pun menjadi vonis dan di dalam penjara suatu saat dinilai berkelakuan baik, maka dapat dikurangi masa hukumannya. Jadi di sini kejaksaan ditunggu tuntutannya agar menggunakan aturan hukum sesuai desakan masyarakat seberat-beratnya, kebiri dan hukuman mati. 

Komentar ditulis Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar